fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

4 Arah Aliran Uang Korupsi SYL: Umroh, Perawatan Wajah, hingga ke NasDem

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS — Syahrul Yasin Limpo (SYL) diduga telah menikmati uang miliaran rupiah hasil dari tindakan korupsi dalam anggaran Kementan yang di-mark up atau dilebihkan. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga bahwa korupsi yang dilakukan oleh SYL mencapai Rp13,9 miliar, dan tindakan ini terjadi dalam periode waktu antara tahun 2020 hingga 2023. 

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Alexander Marwata, juga menduga bahwa aliran dana korupsi yang melibatkan SYL mengalir ke sejumlah pihak.

ADVERTISEMENT

Partai NasDem 

KPK menduga bahwa uang hasil korupsi yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah, yang melibatkan SYL, masuk ke Partai NasDem. 

Meskipun hingga saat ini pihak-pihak terkait masih akan menyelidiki masalah ini lebih lanjut. Dalam sebuah konferensi pers pada Jumat (13/10/2023), Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alex, menyatakan, “Sejauh ini ditemukan juga aliran penggunaan uang sebagaimana perintah SYL yang ditujukan untuk kepentingan Partai NasDem dengan nilai miliaran rupiah dan KPK akan terus mendalami,”

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Ketua KPK Firli Bahuri Ditetapkan Jadi Tersangka Pemerasan SYL

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, mengatakan bahwa Syahrul Yasin Limpo (SYL) memang sering memberikan sumbangan uang kepada partai tersebut.

Uang yang diberikan oleh SYL juga digunakan untuk mendukung kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh NasDem. Salah satu contohnya adalah ketika SYL menyumbangkan ratusan hingga ribuan paket sembako di Kepulauan Seribu melalui kegiatan NasDem. 

Selain itu, SYL juga memberikan sumbangan sebesar Rp20 juta ke Fraksi NasDem DPR RI untuk membantu daerah yang terkena bencana. Namun, menurut Ahmad Ali, pemberian ini dilakukan oleh SYL sebagai seorang kader partai, bukan sebagai Menteri Pertanian.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Rotasi Kabinet: AHY Jadi Menteri ATR-BPN dan Hadi Tjahjanto Menko Polhukam

Ali menyatakan, “Nah, apakah ini berasal dari uang korupsi? Apakah ini berasal dari CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan mitra dia? Kita tidak tahu. Tetapi bahwa Pak Syahrul sebagai kader Partai NasDem pasti ketika ada kegiatan sosial partai, dia diminta untuk berpartisipasi, bekerja, bergotong royong, itu menjadi suatu hal yang wajar,” dalam keterangan resminya.

Umrah

Selain SYL, KPK juga telah menangkap dua pejabat Kementan lainnya, yaitu Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono (KS), dan Muhammad Hatta (MH), yang menjabat sebagai Direktur Alat dan Mesin Pertanian di Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan. Bersama keduanya, SYL diduga menggunakan uang hasil korupsi untuk melaksanakan ibadah umroh. 

Alex dari KPK menyatakan, “Terdapat penggunaan uang lain oleh SYL bersama-sama dengan KS dan MH, serta sejumlah pejabat di Kementerian Pertanian, untuk ibadah umrah di Tanah Suci dengan nilai miliaran rupiah.”

Baca juga:  Kapolri Perintahkan Bareskrim Kawal Penyidikan Kasus Pemerasan SYL

Bayar Kartu Kredit dan Cicilan Mobil Mewah

Alexander juga mengungkapkan bahwa aliran dana korupsi yang melibatkan SYL digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dirinya dan keluarganya. Contohnya, dana tersebut digunakan untuk membayar cicilan kartu kredit dan mobil Alphard. Alex menjelaskan, “Perbaikan rumah pribadi, tiket pesawat untuk keluarga, hingga pengobatan dan perawatan wajah bagi keluarga, semuanya dengan nilai miliaran rupiah.”

Pungutan Liar di Kementan

KPK juga menduga bahwa SYL telah membuat peraturan terkait pungutan atau setoran dari aparatur sipil negara (ASN) di internal Kementan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Setoran tersebut diduga ditujukan kepada unit eselon I dan eselon II melalui pembayaran tunai dan transfer rekening bank.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Jadwal Lengkap Piala Presiden 2024

Turnamen pramusim paling dinanti di Indonesia, Piala Presiden 2024, akan segera dimulai pada 19 Juli 2024.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT