fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

9 Tahun Ditahan Warga Afrika Selatan Dideportasi dari Makassar, Ini Jenis Pelanggarannya

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Makassar – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar mengumumkan kembali lagi mendeportasi seorang warga negara asal Afrika Selatan berinisial MK. Pria berusia 41 tahun itu dikembalikan ke negaranya setelah ditahan beberapa tahun di Rudenim Makassar.

MK disebut berbuat pelanggaran terkait keimigrasian di Indonesia. “Setelah sembilan tahun lamanya didetensi (penempatan sementara) di Rudenim,” tulis informasi Rudenim Makassar dalam siaran pers yang diterima jurnalis, Jumat, 29 Maret 2024.

Baca juga:  Kajati Sulsel Serukan Masyarakat Jangan Golput di Pemilu 2024

MK dideportasi karena melakukan pelanggaran keimigrasian. Yaitu melebihi izin tinggal keimigrasian yang diberikan kepadanya sesuai dengan Pasal 75 Ayat (1) Juncto Pasal 78 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. 

ADVERTISEMENT

Pada petugas, MK mengaku masuk ke Indonesia pada 16 September 2015 melalui Bandara Ngurah Rai, Bali menggunakan penerbangan Air Asia dan menggunakan Visa Turis (BVKW). Nahasnya, MK kehilangan seluruh dokumennya termasuk paspor dan dompet pada saat berlibur. 

Baca juga:  Rektor UI Rangkap Komisaris, Pakar Hukum: Langgar Aturan

Disitulah MK melapor ke Polsek Denpasar Selatan. MK mendekam selama tujuh tahun di Rudenim Jakarta, sebelum akhirnya dipindahkan ke Rudenim Makassar pada tanggal 12 Desember 2022. Setelah dua tahun didetensi di Rudenim Makassar, MK akhirnya dideportasi pada Kamis, 28 Maret 2024.

Kepala Rudenim Makassar, Atang Kuswana menyebutkan, proses deportasi MK berlangsung lama dikarenakan MK tidak memiliki keluarga dan tidak mempunyai biaya untuk deportasi. “Selama enam bulan kami terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Afrika Selatan dan Direktorat Jenderal Imigrasi.”

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Ketua TP PPK Makassar Hadiri Serasehan Istri Wali Kota se-Indonesia di Ternate

Setelah sembilan tahun akhirnya MK dapat kembali ke negaranya. Sejak awal tahun 2024, Rudenim Makassar telah melaksanakan pendeportasian sebanyak tiga kali terhadap WNA yang melanggar Undang-Undang tentang Keimigrasian. 

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Saling Ejek, Kelompok Remaja di Makassar Bentrok 5 Orang Sempat Diamankan

Dua kelompok remaja di Jalan Pampang 4, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, sempat terlibat bentrok.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT