No menu items!
Beranda Sulawesi Selatan Gowa Ada Kopi dari Malino hingga Seko di Kampong Kopi Bawakaraeng

Ada Kopi dari Malino hingga Seko di Kampong Kopi Bawakaraeng

Layar.news, Gowa – Coffee Camp Day dan Festival 100 Brand Kopi Sulsel terselenggara sukses di Kampong Kopi Bawakaraeng, Dusun Bilayya, Kecamatan Pattallassang, Kab. Gowa.

Sebanyak 100 brand kopi lokal dipamerkan di event yang berlangsung selama dua hari ini, 18-19 Oktober 2020.

Brand kopi lokal dari sejumlah kabupaten di bagian selatan Sulsel mendominasi festival ini. Salah satu yang cukup menarik perhatian pengunjung, yakni Kopi Hijau Malino.

Selain itu, ada juga peserta yang berasal dari Luwu Utara. Ia memperkenalkan 3 brand “kopi Seko” di festival yang digelar menyambut hari jadi Sulsel ke 351 tahun ini.

Baca Juga:

Kampong Kopi Bawakaraeng

Kepada layar.news, Kepala pengelola Kompong Kopi Bawakaraeng (KKB), Awaluddin mengatakan, peserta festival sebagian besar merupakan pemilik brand kopi lokal yang menjadi mitra KKB.

Tempat ini, merupakan pusat proses pembuatan kopi, wisata edukasi, pelatihan, dan tempat piknik keluarga.

“Teman-teman yang pernah bermitra dengan kami dan pernah mengikuti edukasi pembuatan kopi disini, kita undang untuk bergabung di festival ini,” ujar Awaluddin.

Ia berharap, kegiatan ini akan menjadi titik awal kolaborasi multipihak dalam memajukan dan menguatkan kopi sulsel khususnya dalam segmen marketing dan branding.

“Banyak kopi berkualitas di Sulsel, bukan hanya dari Toraja dan Enrekang saja yang bagus. Inilah yang mau kita perkenalkan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, potensi meraih untung besar dalam bisnis kopi cukup menjanjikan. Jika ada yang tertarik mendalami bisnis ini, ia menawarkan jasa pelatihan di KKB. Bisa secara kelompok ataupun perorangan.

“Dimana-mana kita mudah temui warkop. Kopi sudah menjadi gaya hidup, semua kalangan cari kopi. Makanya saya katakan bisnis ini menjanjikan. Kalau mau dalami, boleh belajar di kami,” terangnya.

Pengelola Brand Kopi Hijau Malino, Muzakkir (paling kanan).

Kopi Hijau Malino

Salah satu brand kopi yang cukup mengundang perhatian pengunjung fastival yakni Kopi Hijau Malino.

Pengelola Brand Kopi Hijau Malino, Muzakkir mengungkapkan, produknya merupakan brand asli dataran tinggi Gowa. Mulai dari proses penanaman hingga penjemuran semua dilakukan di Malino.

Kopi ini punya manfaat bagi kesehatan. Bagus untuk diet.

“Dalam prosesnya, kami menjaga agar kandungan asam klorogenat dalam kopi tidak banyak hilang. Asam ini bagus untuk tubuh, salah satunya untuk diet,” jelasnya.

Muzakkir mengungkapkan, produknya sudah tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia bahkan sampai negara tetangga, Malaysia.

Di Gowa, kopi malino bisa didapatkan di Toko Kampung Oleh-oleh, Jl. Yasin Limpo (depan UIN Samata).

“Ke Kampung Oleh-oleh saja, banyak brand kopi kami jual disana, terutama kopi malino ini. Kalau berminat juga bisa hubungi bu Ernawati 085399795871,” ungkapnya.

Kopi asal Kecamatan Seko, Luwu Utara.

Brand Kopi dari Seko, Luwu Utara

Peserta paling jauh pada festival kopi ini dari Seko. Asri Widya, mengaku jauh-jauh dari Luwu Utara hanya untuk bergabung di KKB.

Ia membawa tiga produk, yakni Kopi Asli Seko Sinar Baba, Kopi Poyahaang Seko, dan Kopi Seko Rantedanga (coffee Ma’mik).

Kepada Layar.news, ia mengungkapkan potensi kopi asal Seko yang menjanjikan, namun kurang dikenal.

Hal itu karena akses jalan untuk sampai ke Kecamatan Seko sangat buruk. Bahkan dulu bisa menempuh perjalanan sampai dua hari untuk mencapai daerah yang dikenal paling terisolasi di Sulsel ini.

“Disana banyak kebun kopi, hampir semua warga punya kebun. Potensi kopinya bagus, harga terjangkau tapi berkualitas. Ini yang mau kami perkenalkan,” ujarnya Accy sapaan akrabnya.

Ia berharap dukungan pemerintah dalam membangun potensi ekonomi masyarakat Seko dengan menyediakan akses jalur transportasi yang memadai untuk sampai di Seko.

“Saya gabung di festival ini bukan sekedar bawa brand kopi, tapi mau menunjukkan ada putra daerah Seko disini, saya mau menunjukkan potensi Seko. Kami punya kopi yang bagus,” ujarnya penuh semangat.

LAYAR TERKINI

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

Ekonomi Bergerak Maju, Gubernur Sulsel Tekankan Protokol Kesehatan

Nurdin Abdullah tegaskan, tidak ada keringanan bagi pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan.
Ilustrasi HP Ngelag

Ini 5 Tips Agar Smartphone Kamu Tidak Ngelag

Jika smartphone kamu sering ngelag, berikuti beberapa tips yang dapat kamu lakukan

RAMAH Majukan Pendidikan, Satu Guru Satu Laptop

Pasangan Calon Bupati, Rahman Assagaf - Muammar Muhayang (RAMAH) berkomitmen memajukan pendidikan di Pangkep.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Jelang Sekolah Tatap Muka, Guru di Sulsel Akan Jalani Swab Massal

Jelang penerapan sekolah tatap muka, guru-guru di Sulawesi Selatan akan menjalani tes swab massal.
Ilustrasi Danone

Berhemat di Tengah Pandemi, Danone PHK hingga 2.000 Karyawan

Danone mengumumkan kebijakan untuk memutuskan hubungan kerja (PHK) dengan 2.000 karyawannya di seluruh dunia
- Iklan -