fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Ahli Prediksi Corona Akan Jadi Seperti Flu Biasa

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR.NEWS – Salah satu pengembang vaksin Corona dari AstraZeneca, Profesor Dame Sarah Gilbert menyebutkan bahwa Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama virus Corona cenderung tidak akan lagi bermutasi menjadi varian yang lebih mematikan.

Ia mengatakan bahwa pada akhirnya virus corona tersebut akan menjadi seperti flu biasa.

“Kita sudah hidup berdampingan dengan 4 virus Corona manusia berbeda dan kita tidak lagi terlalu memikirkannya dan pada akhirnya, SARS-CoV-2 ini akan menjadi salah satunya,” demikian prediksinya seperti dikutip dari detikINET pada Minggu (26/9/2021)

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Kasus Pertama Omicron Ditemukan di Wisma Atlet

“Pertanyaannya hanyalah seberapa lama kita akan sampai ke sana dan apa yang harus kita lakukan untuk mengendalikannya pada saat ini,” lanjutnya.

Dia juga menyatakan bahwa virus cenderung akan menjadi lebih lemah setelah bersirkulasi ke banyak populasi manusia. Hal ini juga berlaku pada virus Corona.

“Kita normalnya melihat bahwa virus akan menjadi kurang berbahaya seiring mereka lebih mudah bersirkulasi dan tidak ada alasan untuk berpikir kita akan punya versi lebih jahat dari SARS-CoV-2,” cetusnya.

ADVERTISEMENT

Virus Corona ini menurutnya hanya akan menyebabkan penyakit yang ringan nantinya. Kecil kemungkinanya ia bermutasi ke strain yang bisa lolos dari perlindungan vaksin karena sudah tidak ada banyak ruang bagi virus ini untuk berkembang lebih jauh lagi.

Baca juga:  Heboh Kemunculan Covid-22 yang Lebih Ganas, Ini Faktanya

Di pihak lain, Kepala Eksekutif Moderna, Stephane Bancel mengatakan bahwa menurutnya, pandemi COVID-19 bisa berakhir dalam setahun ke depan seiring peningkatan produksi vaksin menjamin pasokan global.

“Jika Anda melihat perluasan kapasitas produksi di seluruh industri ini selama enam bulan terakhir, dosis yang cukup akan tersedia pada pertengahan tahun depan sehingga semua orang di Bumi ini dapat divaksinasi. Booster juga harus dimungkinkan sejauh yang diperlukan,” katanya kepada surat kabar Swiss, Neue Zuercher Zeitung.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Alasan Golongan Darah A dan B Rentan Kena Sakit Jantung-Stroke Menurut Ahli

“Mereka yang tidak divaksinasi akan mendapat kekebalan diri mereka sendiri secara alami, karena varian Delta sangat menular. Dengan cara ini kita akan berakhir dalam situasi yang mirip dengan flu,” tuturnya.

Ditanya apakah itu berarti dunia akan kembali normal pada paruh kedua tahun depan, dia berkata, “Mulai hari ini, dalam setahun, saya berasumsi,” jawabnya.

Baca berikutnya: Hasil Studi, Penyintas Covid-19 Berisiko Alami Penurunan Kecerdasan

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

17 Kepala Keluarga Mengungsi Imbas Banjir di Banggai Laut, Sulteng

BNPB melaporkan, sebanyak 17 KK dari 165 KK terdampak mengungsi akibat banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Banggai Laut
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT