fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Akses Jalan Tol ke MNP Diharap Jadi Proyek Percontohan di Indonesia

Promo

ADVERTISEMENT

Layar.news, Makassar – Pemerintah berharap jalan tol yang menjadi akses masuk ke Makassar New Port (MNP) akan menjadi pilot project di Indonesia, yang mana fisik dan transaksinya dijadikan satu sistem.

Direktur Teknik PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Prakosa Hadi Takariyanto mengatakan hal itu pernah diungkap Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Prof Danang Parikesit dalam sebuah pertemuan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Akses jalan tol ini sudah direncanakan sejak lama dan menurut catatan kami, pada Januari 2018 lalu Dirjen Bina Marga pada saat itu telah berkirim surat kepada Pelindo IV. Di dalam surat itu sangat jelas pembagian tugasnya, bahwa Pelindo IV yang menyiapkan lahan kemudian Bina Marga akan membangun jalan tol-nya,” jelas Prakosa dalam rapat terkait akses jalan tol Makassar New Port bersama Pj Wali Kota Makassar, Rudi Djamaludin, akhir bulan lalu.

ADVERTISEMENT

Dia menuturkan saat ini pihaknya juga tengah melakukan komunikasi yang sangat intensif dengan Kepala BPJT terkait jalan tol sebagai akses masuk MNP.

Baca juga:  Pertumbuhan CAGR Pelindo IV Capai 6,63%

“Bulan September lalu saya bersama Dirut Pelindo IV, Bapak Prasetyadi ke BPJT. Dan ternyata Kementerian PUPR juga akan membuat suatu sistem bagaimana membuat suatu interkonektivitas antara moda darat dan laut,” ujarnya.

“Jadi justru harapannya kalau jalan tol itu nanti jadi, akan jadi pilot project, bagaimana integrasi jalan dengan pelabuhan. Bukan hanya fisik tetapi transaksinya nanti dibuat satu. Jadi pengguna jalan tol masuk pelabuhan itu hanya sekali tap kartu tol dan kemudian pengguna pelabuhan yang masuk jalan tol juga akan menjadi satu tap,” lanjut Prakosa.

ADVERTISEMENT

Hal itu lanjut diungkapkan Direktur Teknik Pelindo IV, menurutnya Kepala BPJT belum ada di Indonesia dan mungkin akan dijadikan satu pilot project.

“Nah kemudian akan diaplikasikan juga di tempat yang lain seperti di tol menuju Pelabuhan Bitung dan Kariango di Kaltim,” sebutnya.

Lebih lanjut ia juga berharap dukungan dari wali kota dana jajaran di Pemkot Makassar.

ADVERTISEMENT

“Nah ini kami mohon dukungan pak wali kota beserta jajaran di Pemkot Makassar untuk mewujudkan bagaimana interkonektivitas antara moda darat dan laut ini dapat terintegrasi dengan baik,” harapnya.

Baca juga:  Pelindo IV Ekspor Serabut Kelapa dari Kendari ke Weifang China

Saat ini menurut Prakosa, pihaknya sedang melakukan kajian, sehingga MNP tidak hanya dapat melayani muatan dengan jumlah yang banyak tetapi juga akan menjamin harganya bisa kompetitif.

“Tapi ini tentu saja tidak akan berhasil apabila jalan tol itu tidak bisa terhubung. Nah kami mohon dukungan, bagaimana mewujudkan jalan tol agar bisa berjalan sesuai dengan rencana.”

Prakosa menyebutkan, proyek MNP akan diselesaikan di akhir 2022 sehingga nanti awal 2023 sudah beroperasi penuh dengan dermaga sepanjang 1.600 meter, lapangan penumpukan seluas 120 hektare dan bisa melayani sekitar 2 juta hingga 2,5 juta TEUs per tahun.

Senior Manager Fasilitas Pelabuhan PT Pelindo IV, Arwin menambahkan hingga 28 September 2020 progres pembangunan MNP untuk Tahap I B dan I C sudah hampir 50%. Kegiatan utama dari reklamasi sudah sekitar 90%.

“Saat ini kami sudah mengoperasikan MNP Tahap 1 A dengan panjang dermaga 360 meter. Selanjutnya Tahap I B dan I C diharapkan selesai secara simultan nanti di 2022,” terang Arwin.

Pj Wali Kota Makassar, Rudi Djamaludin menegaskan pihaknya akan mendukung segala upaya pembangunan jalan tol yang akan menjadi akses masuk MNP.

Baca juga:  Golkar Siap Kolaborasi dengan PKS Menangkan IMUN

“Salah satu yang menjadi kendala dalam pembangunan MNP dan harus diselesaikan adalah bagaimana arus masuk dan keluar, yaitu berupa akses jalan,” katanya.

Rudi juga mengatakan jika kondisi juga harus terdukung dengan tingginya arus mudik kontaier.

“Kondisi itu harus juga terdukung dengan tingginya arus mudik kontainer yang ada. Nah kalau kita perhatikan, bahwa jalur masuk yang ada saat ini bisa dikatakan sangat jauh daripada standar kelayakan yang dibutuhkan untuk akses keluar masuk barang dari suatu port yang kalau itu sudah berkembang sesuai dengan rencana pengembangan ke depan, akan sangat tidak memadai,” ujar Pj Walkot Makassar.

Oleh karena itu Rudi berharap bersama seluruh pihak terkait, semoga bisa menemukan solusi yang sistematis terkait bagaimana akses jalan masuk MNP.

“Pemkot akan mendukung segala upaya ke arah sana, mari kita satukan langkah, satukan pemikiran kita, bentuk soliditas yang kuat dan insyaallah masalah seberat apapun akan selesai,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Peringatan Waspada Sarang Buaya Dekat Pemukiman Warga di Makassar

Otoritas terkait telah memasang papan imbauan, waspada buaya dekat pemukiman warga di sekitar Sungai Tallo, Makassar
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT