fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Kelengkapan APD Tenaga Medis

Promo

ADVERTISEMENT

Layar.News, Makassar – Menyikapi pandemi Covid-19, Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham, ingatkan seluruh Rumah Sakit rujukan untuk memperhatikan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis.

Pihak rumah sakit yang telah diamanahkan sebagai rumah sakit rujukan diharapkan memperhatikan kelengkapan APD bagi para tenaga medis, mulai dari dokter, perawat, serta seluruh tenaga kesehatan.

“Sebagai garda terdepan, potensi mereka terpapar virus lebih besar jika APD tidak diperhatikan,” tutur ibu Aliyah.

ADVERTISEMENT

“Kita tidak ingin ada korban dari mereka yang telah berjuang membantu kesembuhan kita,” tegas anggota komisi IX dari Fraksi Demokrat ini, Kamis (19/03/2020)

“Kita harus bijak dalam menyikapi Covid-19. Bijak dalam artian tidak panik, tetapi tetap harus mawas diri,” ujarnya. Seluruh lapisan masyarakat, berbagai profesi harus mampu bersatu padu, dan berjuang bersama untuk mencegah mewabahnya virus ini.

Baca juga:  Rp2 Triliun Pembangunan RS UPT Vertikal Makassar, Gubernur Sulsel : Melayani Pasien BPJS

“Para tenaga medis sebagai garda terdepan telah stay di rumah sakit, mari saling bantu dengan sebisa mungkin tetap stay dirumah,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Guna memastikan kelengkapan APD bagi tenaga medis, Aliyah Mustika Ilham, beberapa hari lalu pun menyempatkan berkunjung secara langsung ke RS Wahidin Sudirohusodo sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Sulawesi Selatan.

Menemui Direktur Utama RS Wahidin Sudirohusodo Makassar Dr dr Khalid Saleh Sp PD-KKV FINASIM M Kes, Aliyah menanyakan serta melihat secara langsung kesiapan rumah sakit tersebut.

Direktur Utama RS Wahidin Sudirohusodo, Dr dr Khalid Saleh, saat ditemui menjelaskan bahwa saat ini pihak Rumah Sakit telah menyiapkan gedung Infection Center.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Tol Layang Pettarani Rampung 91,55 Persen, Oktober Diresmikan Jokowi

Gedung berlantai tiga yang terletak di sebelah selatan gerbang RSUP Wahidin itu diperuntukkan khusus bagi penaganan pasien yang diduga positif suspect virus corona.

“Lantai pertama gedung tersebut diperuntukkan khusus untuk penanganan kasus, seperti flu burung (H5N1), SARS, flu babi (H1N1) dan sekarang kita peruntukan lagi untuk yang baru ini corona virus (nCov),” jelas Khalid Saleh.

Selain itu, terdapat juga lima ruangan khusus. Jika pasien dianggap positif terpapar virus dilakukan penangan bertahap sesuai tahapan-tahapannya.

“Petugas medis yang menangani pasien terpapar virus corona juga dianjurkan untuk menggunakan pakaian hanya sekali pakai. Kecuali ada yang bisa disterilkan kembali seperti kaca mata, sepatu boots, itu dipakaikan ulang setelah disterilkan,” ungkapnya.

Petugas juga tidak bisa melalui pintu perawatan kalau mau pulang. Sudah ada jalur khusus yang steril apabila petugas sudah selesai jam jaganya. Mereka juga mandi sebelum keluar ruangan.

Baca juga:  Gubenur Minta Saran Jepang Kembangkan Wisata Lejja

Begitu pun dengan keluarga pasien, jika hendak membesuk diwajibkan menggunakan kostum steril. Semua untuk mengantisipasi penularan virus lewat berbagai medium yang ada di sekitar perawatan pasien.

Pihak rumah sakit juga menyiapkan tujuh anggota tim dokter untuk menangani pasien suspect virus corona. Tim Kesiapsiagaan Pandemi sudah memiliki surat ketetapan khusus dari Kemenkes yang menangani pasien. Timnya harus multidisiplin dan 24 jam bekerja untuk penanganan pasien.

Baca juga:

Ikuti kami: Facebook, Linkedin, Twitter, Instagram

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Baintelkam Mabes Polri Cek Senpi di Lapas Makassar

LAYAR NEWS, Makassar – Dalam rangka pengawasan inventaris terkait kepemilikan senjata api (senpi) Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Mabes Polri...
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT