No menu items!
Beranda Sulawesi Selatan Luwu Utara Arsyad Kasmar Sosok Raja Tanpa Mahkota

Arsyad Kasmar Sosok Raja Tanpa Mahkota

LAYAR.NEWS, LUTRA – Arsyad Kasmar sosok sederhana dan bersahaja. Tidak pernah menjaga jarak dengan siapapun. Sehingga sangat disukai oleh masyarakat Luwu Utara.

Sakral Wijaya Saputra, salah seseorang tokoh pemuda Luwu Utara yang cukup mengagumi sosok Arsyad Kasmar. Ia menceritakan alasan Arsyad Kasmar disukai masyarakat Luwu Utara.

Arsyad saat ini menjabat sebagai Ketua Partai Gerinda Luwu Utara. Ia kembali mengikuti pertarungan Pilkada untuk Bupati Luwu Utara.

Selain sebagai politisi, Arsyad juga dikenal sebagai pengusaha. Berbagai prestasi juga telah ditorehkannya. Pria kelahiran Palopo, 1958 itu dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah. Bahkan ia mendapat julukan “Raja Tanpa Mahkota”.

Ya, julukan itu diberikan karena suka memberikan sumbangsih pada daerah, meskipun tak memiliki kekuasaan.

“Meskipun belum terpilih menjadi pemimpin di Bumi Lamaranginan di dua pertarungan sebelumnya, tidak mengurangi niat beliau untuk mewakafkan diri untuk daerah dan masyarakat Lutra. hal itu diperkuat dari beberapa sumbangsih nyata untuk masyarakat,” ujarnya.

Arsyad pernah menjadi pelopor perdamaian dengan mewakafkan tanahnya. Tanah ini digunakan untuk kepentingan keamanan. Dibuktikan dengan berdirinya Asrama Brimop di Desa Baebunta.

Ia juga dikenal sebagai tokoh keagamaan. Ia telah mendirikan masjid terbesar di Luwu Utara, di Desa Baebunta. Ia pernah berhasil mengurangi angka pengangguran di Lutra dengan mendirikan pabrik triplex.

Di bidang pertanian, Arsyad juga pernah membantu para petani. Ia memberikan bantuan bibit sawit kepada petani Luwu Utara. Kini hasilnya pun telah dinikmati oleh masyarakat.

Bahkan, saat bencana banjir bandang menyapu rata ibukota Luwu Utara, Arsyad menurunkan dua alat berat untuk membantu mengatasi dampak bencana. Ia juga menawarkan untuk menghibahkan tanahnya sebagai permukiman warga. Sayangnya tidak diterima oleh pemerintah karena suatu alasan.

Berbagai macam tindakan nyata telah dilakukan Arsyad. Sebagai bukti cintanya kepada daerah. Hal tersebut dilakukan bukan karena dorongan politik, tetapi memang keinginan pribadi.

Sakral Wijaya pun mengakui bahwa kecintaan Arsyad terhadap masyarakat Lutra sangat besar. Menurutnya, Arsyad berpeluang untuk duduk sebagai Bupati Lutra di pertarungan ke tiga nya ini.

“Tentunya ada sebuah harapan yang bisa dijadikan sebagai sebuah tolak ukur yaitu dengan instrumen pribadi saja. Beliau mampu dan total menunjukan keberpihakannya terhadap daerah dan rakyat Lutra. Apalagi ketika diberikan kesempatan untuk memiliki sebuah kebijakan yaitu sebuah instrumen kekuasaan,” ujar Sakral Wijaya.

“Kecintaan beliau terhadap daerah dan rakyat Lutra mungkin akan mampu beliau tunjukan secara lebih total. Dikontestasi demokrasi Lutra yang saat ini berjalan, Arsyad Kasmar kembali turun gelanggan untuk menjemput asa Rakyat Luwu Utara,” sambungnya.

Diketahui, pilkada Ultra 2020 adalah pertarungan Arsyad yang ketiga kalinya. Dipertarungan kali ini Sakral Wijaya melihat, ada Gelombang Kedaulatan Rakyat.

“Apa itu Gelombang kedaulatan rakyat? Sebuah gelombang dimana Rakyat paham bahwa mereka mempunyai hak untuk berdaulat atas pilihannya sendiri. Bahwa mereka tidak bisa ditekan dengan sebuah Instrumen kekuasaan yang masif dilakukan untuk menakut-nakuti mereka,” jelas pemuda lulusan magister di salah satu kampus negeri di Makassar ini.

Menurutnya, Arsyad Kasmar repersentasi paling paripurna kebutuhan rakyat Lutra.

“Beliau juga merupakan sosok yang besar bersama para pengembala ternak dan petani. Di masa mudanya beliau menerima penghargaan sebagai Pemuda Pelopor tingkat nasional yang langsung diberikan presiden pada masa tersebut sebuah apresiasi luar biasa untuk sebuah pencapain pemuda di Indonesia,” ungkapnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat Ultra untuk mendukung Arsyad. Jika tak bisa cukup dengan mendapatkannya. Jika tak mau pun tetap saling menghormati atas pilihan masing-masing.

“Salam tiga jari salam persatuan Indonesia. Mari saling hormat, Mari saling rasa, mari saling mengingat , kita memilih tanpa berselisih. Mari kita ganti nahkoda putar kemudi kita, menuju jalan harapan baru bersama nahkoda baru Arsyad Kasmar insyallah pemimpin semua golongan,” tuturnya.

LAYAR TERKINI

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

Ekonomi Bergerak Maju, Gubernur Sulsel Tekankan Protokol Kesehatan

Nurdin Abdullah tegaskan, tidak ada keringanan bagi pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan.
Ilustrasi HP Ngelag

Ini 5 Tips Agar Smartphone Kamu Tidak Ngelag

Jika smartphone kamu sering ngelag, berikuti beberapa tips yang dapat kamu lakukan

RAMAH Majukan Pendidikan, Satu Guru Satu Laptop

Pasangan Calon Bupati, Rahman Assagaf - Muammar Muhayang (RAMAH) berkomitmen memajukan pendidikan di Pangkep.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Jelang Sekolah Tatap Muka, Guru di Sulsel Akan Jalani Swab Massal

Jelang penerapan sekolah tatap muka, guru-guru di Sulawesi Selatan akan menjalani tes swab massal.
Ilustrasi Danone

Berhemat di Tengah Pandemi, Danone PHK hingga 2.000 Karyawan

Danone mengumumkan kebijakan untuk memutuskan hubungan kerja (PHK) dengan 2.000 karyawannya di seluruh dunia

Tinggalkan Balasan

- Iklan -