fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Badan Pangan Nasional Tepis Anggapan Bantuan ke Masyarakat Pengaruhi Harga Beras

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Makassar – Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi mengatakan, bahwa bantuan pangan (Bapang) beras yang sudah sejak awal tahun 2023 dilakukan tidak akan menyebabkan ketersediaan beras di masyarakat menjadi semakin sukar. 

Menurutnya, justru dengan banpang beras bisa mengurangi demand terhadap beras, karena 22 juta masyarakat mendapatkan beras secara gratis. Pada saat yang sama pemerintah pun masih terus menggelontorkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke pasaran melalui program intervensi lainnya.

“Program bantuan pangan beras ini, memang harus dilaksanakan oleh negara kepada 22 juta KPM tiap bulannya. Dengan ini, sedikit banyak dapat menahan demand masyarakat terhadap konsumsi beras,” kata Arief dilansir dari laman resmi Badan Pangan Nasional, Jumat, 23 Februari 2024. 

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Waspada Pasang Air Laut di Makassar Malam Ini

Meski tak sepenuhnya namun, hampir sebagian masyarakat Indonesia menurutnya terbantu dengan bapang. “22 juta KPM itu kalau secara individu sampai sekitar 89 juta atau artinya hampir sepertiga rakyat Indonesia yang diberikan beras gratis oleh pemerintah,” beber Arief.

“Jadi tidak benar bahwa penyaluran banpang ini malah akan dapat sebabkan keterbatasan beras di pasar. Pemerintah komitmen menggencarkan melalui berbagai program demi ketersediaan stok pangan strategis di masyarakat,” tegas Arief lagi. 

Baca juga:  Erick Ungkap Pemicu Terjadinya Kenaikan Harga Beras di Indonesia

Sebelumnya, melonjaknya harga beras di pasaran di hampir sebagian besar daerah di Indonesia menjadi perhatian legislator. Termasuk di Sulawesi Selatan. Di daerah ini, beras dikabarkan bahkan sempat tembus ke angka Rp15.000 per kilogram di berbagai pasar.

ADVERTISEMENT

Anggota Komisi XI DPR RI Hidayatullah menilai, sikap pemerintah memberikan bantuan sosial (Bansos) beras diduga menjadi salah satu penyebab harga beras mahal dan stok langka di pasaran. Menurutnya, berdasarkan data BPS, faktor inflasi komoditas makanan adalah penyumbang inflasi terbesar.

Baca juga:  Ini Kendala Penyaluran Bantuan Pangan di Sulsel 2024

“Peranan komoditas makanan mencapai 74,21 persen, sementara non makanan hanya sebesar 25,75 persen (Maret 2023), pemerintah harus segera mengatasi, apalagi disinyalir jor-joran bansos beras juga merupakan penyebab beras langka,” katanya dilansir dari laman resmi DPR RI, Senin, 19 Februari 2024.

Faktor harga beras yang tinggi saat ini disebabkan dominansi pasar beras di dalam negeri dikuasai oleh sekelompok konglomerat, yang semestinya dikuasai oleh negara lewat Perum Bulog. DPR juga menampung banyak keluhan masyarakat terkait kondisi kenaikan harga beras yang terjadi.

ADVERTISEMENT

(Sumber foto: Perum Bulog)

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Cek di Sini, Jadwal Hingga Daftar Daerah Selenggarakan Pilkada Serentak 2024

Pilkada Serentak 2024 tak lama lagi bakal digelar. Pilkada serentak mencakup pasangan calon gubernur, bupati hingga wali kota.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT