fbpx
No menu items!

Beda-beda, Ini Gejala Omicron Berdasarkan Status Vaksinasi

LAYAR.NEWS – Gejala yang ditimbulkan oleh varian baru Covid-19, Omicron, berbeda-beda pada setiap penderitanya.

Orang-orang yang terinfeksi varian Omicron ini ternyata merasakan gejala yang berbeda-beda tergantung pada status vaksinasi yang sudah diperoleh.

Melansir Herstory, orang-orang yang telah menerima vaksin booster baik Moderna dan Pfizer memiliki risiko paling rendah terinfeksi Omicron. Begitu pula dengan penerima dosis kedua vaksin Johnson&Johnson.

Menurut seorang dokter di New York City, Craig Spencer, orang-orang yang termasuk dalam kategori penerima booster hanya memiliki gejala yang ringan, seperti sakit tenggorokan, kelelahan, dan nyeri otot.

“Tidak ada kesulitan bernapas. Tidak ada sesak napas. Semua sedikit tidak nyaman, tapi baik-baik saja,” katanya.

Sementara orang-orang yang telah mendapatkan dosis lengkap tanpa booster Moderna dan Pfizer juga memiliki gejala yang ringan. Namun, mereka mengalami lebih banyak gejala daripada penerima booster.

“Lebih lelah. Lebih demam. Lebih banyak batuk. Sedikit lebih menyedihkan secara keseluruhan, tapi tidak sesak napas dan tidak ada kesulitan bernapas. Sebagian besar baik-baik saja,” ujar Spencer.

Kemudian orang yang hanya menerima dosis satu vaksin Johnson&Johnson mengalami gejala yang lebih parah.

Pasien dalam sub-kategori ini mengalami demam selama beberapa hari. Selain itu, mereka juga lemah dan lelah serta merasakan sesak napas dan batuk. Namun, kondisinya tidak sampai mengancam jiwa.

Di sisi lain, orang-orang yang tidak melakukan vaksinasi berada dalam kondisi yang paling parah bila terinfeksi Omicron. Mereka akan mengalami sesak napas, kadar oksigen menurun, sehingga membutuhkan bantuan oksigen untuk napas secara teratur.

Baca berikutnya: Ilmuwan Sebut Varian Omicron Berbeda dengan Covid-19 di Awal Pandemi