fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Benarkah Micin Berbahaya Bagi Tubuh dan Otak? Ini Ulasannya

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR.NEWS – Monosodium Glutamate (MSG) alias micin dikenal sebagai salah satu penambah rasa pada makanan.

MSG berupa kristal berwarna putih yang diekstrak dari asam glutamat alami yang bisa ditemukan di banyak bahan makanan. Rumput laut, batang tebu, dan beberapa sayuran tertentu, misalnya.

MSG akan memberikan rasa tambahan yang unik pada masakan yang dikenal sebagai rasa umami. Rasa ini berbeda dari rasa dasar lainnya, yakni asam, asin, pahit, dan manis. Umami akan meningkatkan rasa kompleks pada sajian yang dimasak.

ADVERTISEMENT

MSG merupakan bentuk murni dari glutamat, salah satu jenis asam amino yang paling umum ditemukan di banyak bahan makanan. Asam amino merupakan pembentuk protein. Lidah manusia memiliki reseptor khusus untuk glutamat. Sama halnya untuk rasa dasar seperti manis, asam, asin, dan pahit. Glutamat ini merupakan kunci dari rasa umami. MSG berbeda dari penyedap rasa. Jika kamu hanya melarutkan MSG dalam air, maka tidak akan memberikan rasa yang enak. Namun, jika kamu mencampurkannya pada sesuatu masakan, misalnya pada sup, maka MSG akan meningkatkan rasa sup tersebut.

Baca juga:  Jangan Asal Lakukan Teknik Proning, Perhatikan Hal Berikut
MSG atau Micin Bagi Kesehatan Manusia

Seringkali MSG atau micin ini dianggap berbahaya bagi tubuh, benarkah?

Melansir dari Kompas.com, mengonsumsi MSG dalam jumlah banyak dilaporkan bisa menyebabkan efek samping atau gejala. Seperti sakit kepala, mual, pusing, detak jantung tidak beraturan, kantuk yang berlebihan, dan telinga berdenging.

ADVERTISEMENT

Reaksi hipersensitif ini pertama kali dilaporkan pada 1968 lalu, dikenal sebagai MSG symptom complex atau sering juga disebut sebagai “Chinese restaurant syndrome” karena banyak koki di restoran China yang menggunakan MSG dalam jumlah banyak.

Namun di kemudian hari, banyak penelitian yang menunjukkan tidak adanya keterkaitan yang jelas antara sindrom tersebut dengan konsumsi MSG dalam jumlah normal. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan juga World Health Organization (WHO) juga sudah mengklasifikasikan MSG sebagai sesuatu yang aman untuk dikonsumsi.

Sementara itu, riset 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Nutrition juga menemukan, individu yang mengonsumsi MSG dalam jumlah tinggi lebih rentan terhadap obesitas. Dalam riset tersebut, disebutkan bahwa batas aman untuk konsumsi MSG maksimal 0,4 gram per hari.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Awas! 4 Kebiasaan Makan ini Bisa Sebabkan Kanker Lambung

Pada dasarnya micin bukanlah zat berbahaya untuk dikonsumsi. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan tentu akan berefek buruk bagi kesehatan kita. Sehingga harus lebih bijak dalam mengatur porsinya.

Dapat Mengakibatkan Kebodohan atau Penurunan Kinerja Otak

Satu lagi kabar yang banyak dipercaya masyarakat soal micin. Yaitu dampaknya bagi otak.

Efek MSG Asam glutamat berfungsi sebagai neurotransmitter di otak, yang berfungsi merangsang sel-sel saraf untuk menyampaikan sinyalnya. Beberapa orang mengklaim bahwa MSG menyebabkan glutamat yang berlebihan di otak dan stimulasi sel-sel saraf yang berlebihan. Peningkatan aktivitas glutamat di otak memang dapat menyebabkan kerusakan.

Namun, hal itu bisa terjadi jika kita mengonsumsi MSG dalam jumlah yang terlalu besar. Jadi, sejauh ini belum ada penelitian yang cukup kuat untuk membuktikan micin memengaruhi kinerja otak manusia.

Selain itu, tidak ada bukti kuat yang menyatakan micin bersifat eksitotoksin jika dikonsumsi dalam jumlah normal. Bahkan diet glutamat juga tidak memberi pengaruh besar pada otak.

Baca juga:  Lebih Nyenyak, Lakukan 6 Gerakan Peregangan Ini Sebelum Tidur

Melansir dari Hello Sehat, di dalam otak ada banyak saraf reseptor yang bertugas menerima rangsangan, yakni hipotalamus.

Di dalam hipotalamus ada banyak reseptor yang responsif terhadap glutamat. Jadi ketika seseorang terlalu banyak makan micin, maka membuat reseptor otaknya terangsang dan semakin aktif.

Jika reseptor otak bekerja berlebihan bisa menyebabkan kematian neuron, yakni sel-sel saraf yang berperan penting menjalankan fungsi kognitif otak.

Kematian neuron inilah yang bisa menurunkan fungsi kognitif otak. Meski begitu, micin bukanlah satu-satunya penyebab utama kemampuan otak manusia menurun alias bodoh.

Orang hanya merasa ngantuk dan sulit fokus ketika mengonsumsi makanan dengan kandungan micin terlalu banyak. Selain itu mengonsumsi micin terlalu banyak secara jangka panjang juga lebih memberikan efek samping pada risiko kerusakan hati, diabetes dan hipertensi.

Namun bila mengonsumsi micin secukupnya, maka aman bagi tubuh dan otak.

Baca berikutnya: Kenali Heartburn, Penyebab dan Cara Mengatasinya

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Grand Opening Modena Home Center di Rolling Hills Makassar

Modena Home Center membuka cabang baru di Kota Makassar
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT