fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Cara Memperbarui Informasi KBLI pada SIKaP

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS — Memiliki kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) menjadi syarat mutlak mendirikan perusahaan. Selain berfungsi untuk menentukan izin usaha yang dibutuhkan, pada sektor perdagangan kode KBLI digunakan juga menetapkan tipe proses bisnis dalam pengajuan izin usaha.

Jadi kode KBLI harus sesuai dengan model bisnis perusahaan agar tidak menghambat proses pendiriannya.

Untuk mempermudah pelaku usaha menentukan kategori Bidang Usaha yang akan dikembangkan di Indonesia, pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) menyusun Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sebagai panduan penentuan jenis kegiatan usaha/bisnis.

ADVERTISEMENT

Acuan ini diperbarui pada September 2020 sesuai dengan Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, dengan penambahan 216 kode KBLI 5 digit dari KBLI 2017, sehingga total saat ini ada 1.790 kode KBLI.

Untuk mengetahui lebih lengkap apa saja bidang usaha dalam KBLI dapat langsung mengunjungi laman Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2020 pada Single Submission (OSS) berbasis risiko atau Risk Based Approach (RBA), di sini.

Baca juga:  Sekolah Tatap Muka di Makassar Belum Pasti

Pelaku juga bisa mengupdate atau mengubah informasi KBLI pada Sistem Informasi Kinerja Penyedia merupakan aplikasi subsistem dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) yang digunakan untuk mengelola data/informasi mengenai riwayat kinerja dan/atau data kualifikasi Penyedia Barang/Jasa SIKaP sesuai dengan basis atau bidang pekerjaan yang dilakoni.

ADVERTISEMENT

Hal ini mungkin pelaku salah dalam pengklafikasian, terjadi perubahan bidang usaha atau karena perkembangan teknologi/digitalisasi atau penyesuaian kondisi lapangan terhadap usaha.

Berikut cara mengupdate informasi KBLI di aplikasi SIKap:

Login

Anda dapat login pada Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) melalui link ini

ADVERTISEMENT

Menambahkan NIB

Pada bagian Jenis Izin Usaha, pilih Nomor Induk Berusaha (NIB), lalu masukkan NIB perusahaan anda, JANGAN TEKAN TOMBOL CEK OSS. Anda harus memasukkan Klasifikasi Bidang Usaha anda sebelum melakukan pengecekan atau anda harus mengulangi proses ini dari awal lagi.Manambahkan Klasifikasi Bidang Usaha

Menambahkan Klasifikasi

Tekan tombol “TAMBAH KLASIFIKASI”. Lalu pilih tahun KBLI dan cari klasifikasinya dari daftar yang tersedia.

Cek OSS dan Verifikasi

Setelah anda menambahkan Klasifikasi Bidang Usaha, anda dapat menekan tombol “Cek OSS”, jika tidak ada kesalahan maka dapat melakukan verifikasi izin usaha untuk mendapatkan logo TERVERIFIKASI.

Setelah terverifikasi, anda dapat memeriksa Informasi KBLI anda di E-Katalog dan jika sudah muncul, maka anda bisa mulai mencari etalase dan pengumuman sesuai KBLI anda.

Baca juga:  Pekan Depan Pasar Kerung-kerung Bakal Dibenahi

FAQ

Nomor Induk Berusaha (NIB) saya sudah terverifikasi?

jika NIB anda sudah terverifikasi, namun informasi KBLI tidak muncul atau tidak sesuai dengan Informasi KBLI yang terdapat pada E-Katalog, maka kemungkinan NIB yang sudah anda daftarkan tidak memuat informasi KBLI perusahaan anda. Anda dapat mendaftarkan kembali NIB anda sesuai langkah di atas agar NIB anda memuat informasi KBLI perusahaan anda.

Berarti akan ada 2 NIB terdaftar?

Ya, akan ada 2 NIB terdaftar namun keduanya akan terverifikasi setelah anda melakukan verifikasi melalui SIKaP.

Saya tidak dapat melakukan verifikasi?

Anda dapat membaca keterangan yang menjelaskan kenapa data anda tidak dapat di verifikasi, salah satu kesalahan yang mungkin adalah salah memasukkan NIB, salah NPWP dan lain sebagainya. Anda dapat menghubungi kantor LPSE setempat untuk melakukan pembaruan data.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Saling Ejek, Kelompok Remaja di Makassar Bentrok 5 Orang Sempat Diamankan

Dua kelompok remaja di Jalan Pampang 4, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, sempat terlibat bentrok.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT