fbpx
No menu items!

Covid-19 Kian Mengganas, Malaysia Lockdown Nasional

Promo

LAYAR.NEWS – Pemerintah Malaysia memutuskan untuk melakukan karantina wilayah (lockdown) tingkat nasional mulai besok, 1 Juni 2021.

Hal ini setelah pandemi virus corona (Covid-19) yang semakin mengganas di negara Jiran tersebut.

Pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin memutuskan hanya sektor ekonomi dan kepentingan darurat yang diizinkan beroperasi.

“Hanya sektor ekonomi dan jasa vital yang akan diizinkan tetap beroperasi,” tegas Muhyiddin, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (31/5/2021).

Mengutip catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah pasien positif terinveksi corona di Malaysia per 30 Mei 2021 adalah 558.534 orang. Bertambah 9.020 orang dari hari sebelumnya. Angka tersebut adalah rekor baru untuk penambahan kasus harian.

Baca juga:  Suplai Obat-obatan di Isolasi Apung Bakal Gunakan Drone

Dalam 14 hari terakhir, rata-rata pasien positif corona bertambah 6.586 orang setiap harinya. Melonjak dibandingkan rata-rata 14 hari sebelumnya yakni 3.910 orang per hari.

Padahal, Malaysia sudah memberlakukan pengetatan aktivitas dan mobilitas publik pada 12 Mei 2021 lalu. Sayangnya kebijakan ini belum ampuh menekan angka pasien positif.

Untuk itu, mau tidak mau pemerintah terpaksa menempuh jalan lockdown mulai besok hingga 14 Juni 2021.

Baca juga:  Banjir di China, Warga Tewas Terjebak di KRL Bawah Tanah

Tidak hanya kasus positif, kasus aktif di Malaysia pun membeludak. Kasus aktif adalah pasien yang masih dalam perawatan, baik di fasilitas kesehatan maupun secara mandiri. Kasus aktif menjadi gambaran seberapa berat beban yang ditanggung sistem pelayanan kesehatan di suatu negara.

Per 29 Mei 2021, Refinitiv mencatat jumlah kasus aktif Covid-19 di Malaysia adalah 76.218 orang. Malaysia berada di peringkat kedua setelah Indonesia dan kini lebih banyak ketimbang Filipina.

Vaksinasi Berjalan Lambat

Kasus yang meroket naik ini diperparah dengan vaksinasi yang berjalan lambat. Mengutip catatan Our World in Data, vaksinasi anti-virus corona di Malaysia baru menjangkau 9,27 orang per 100 penduduk. Lebih rendah jika dibandingkan Indonesia yang 9,43 orang, padahal jumlah penduduk Tanah Air jauh lebih banyak.

Baca juga:  Banjir di China, Warga Tewas Terjebak di KRL Bawah Tanah

Sementara itu, Lockdown Malaysia akan berdampak luas ke berbagai negara. Termasuk Indonesia. Sebab, hubungan Indonesia-Malaysia cukup erat baik itu di bidang perdagangan, investasi, hingga pariwisata.

Di sektor perdagangan, ekspor non-migas Indonesia ke Malaysia pada Januari-April 2021 tercatat US$ 2,61 miliar atau 5,09% dari total ekspor non-migas. Di level ASEAN, Malaysia adalah mitra dagang utama Indonesia. Lockdown yang mematikan aktivitas ekonomi tentu akan membuat permintaan Malaysia akan produk Indonesia berkurang, sehingga bisa mempengaruhi kinerja ekspor nasional.

Baca juga:  Mulai Kolaps, Perhotelan Bersiap PHK Karyawan

Baca berikutnya: Negara-negara Ini Izinkan Warganya Lepas Masker di Tempat Umum

Terkini

Danny Tegaskan Soal Aturan Berkendara Saat PPKM Level IV

Danny Pomanto menegaskan aturan perjalanan selama PPKM Level IV di Makassar hanya menyasar pada transportasi umum.

Populer

Berita Terkait