No menu items!

Curah Hujan Tinggi, Berikut Tips Agar Rumah Tidak Lembap

Promo

LAYAR.NEWS – Intensitas hujan belakangan cukup tinggi. Akibatnya kadar air yang terkandung di dalam udara tinggi dan dapat menyebabkan rumah terasa lembap.

Jika kondisi rumah lembap, maka jamur lebih mudah menggerogoti perabot maupun tembok rumah. Jamur bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti alergi, iritasi, hingga batuk.

Oleh karena itu, kondisi rumah harus terjaga agar tidak lembap selama musim hujan. Nah, berikut beberapa hal yang dapat Kamu lakukan agar rumah tidak lembap seperti yang dilansir dari idn times:

Perhatikan ventilasi udara rumah

Salah satu penyebab kelembapan di dalam rumah adalah sirkulasi udara yang kurang baik. Sehingga ventilasi udara berperan penting di dalam ruangan rumah. Pastikan rumah kamu memiliki ventilasi yang cukup agar udara bisa mengalir bebas.

Jika dirasa kurang, jangan ragu untuk menambah ventilasi di dalam rumah. Bisa dengan model jalusi yang merupakan bentuk ventilasi yang terpasang di sepanjang jendela rumah, atau bisa juga dengan menggunakan tambahan exhaust fan di bagian atap ruangan rumah.

Hindari menyimpan barang yang basah di dalam rumah

Saat hujan melanda, terkadang menjadi sulit untuk menjemur baju di luar ruangan. Sehingga mengakalinya dengan menjemurnya di dalam ruangan. Padahal baju basah yang ditaruh di dalam ruangan turut menyumbang kelembapan udara di dalam rumah dan bisa menyebabkan jamur.

Jika terpaksa harus menjemur di dalam ruangan, maksimalkan pengeringan pakaian sebelum dijemur dengan cara mengeringkannya dulu di mesin pengering mesin atau diperas dengan kuat agar air pada pakaian jauh berkurang. Gantungkan pakaian di tempat yang terbuka, misalnya garasi kendaraan dan keringkan dengan bantuan kipas angin agar lebih cepat kering.

Buka jendela saat cahaya matahari muncul

Di musim hujan, cuaca mendung membuat rumah jarang menerima cahaya matahari. Padahal cahaya matahari bisa membantu menghilangkan jamur yang tumbuh di dalam rumah. Oleh karena itu, biasakan untuk selalu membuka jendela setiap mendung mereda dan matahari mulai nampak.

Meskipun sinar matahari yang masuk tidak banyak, namun sudah cukup membantu untuk mengurangi kelembapan dan mengurangi pertumbuhan jamur di dalam ruangan.

Gunakan produk penyerap kelembapan

Di pasaran terdapat beragam produk penyerap kelembapan, baik yang dapat diisi ulang dengan kandungan zat kimia khusus maupun yang elektrik. Penyerap kelembapan yang dapat diisi ulang harganya cukup murah yaitu sekitar Rp15 ribu sampai Rp25 ribuan saja dan mampu bertahan hingga 1 bulan. Penyerap lembap ini cukup efektif menghilangkan kelembapan di ruangan kecil seperti kamar.

Sementara jika membutuhkan penyerap lembap untuk ruangan yang lebih besar, kamu bisa memilih dehumidifier. Cara kerja dehumidifier adalah dengan menyerap kelebihan air pada udara dan menggantinya dengan mengeluarkan udara kering sehingga kelembapan udara dalam sebuah ruangan dapat terkendali. Harga dehumidifier berkisar antara Rp350 ribuan sampai Rp500 ribuan saja dan bisa digunakan berkali-kali menggunakan daya listrik.

Buat cairan pembersih jamur

Jika rumah kamu sudah terlanjur berjamur, maka kamu bisa menghilangkan dulu jamur tersebut dengan ramuan yang bisa kamu buat sendiri. Kamu bisa mencampurkan air dengan larutan karbol yang biasa digunakan untuk membersihkan lantai.

Selain itu, menggunakan larutan air dan baking soda juga bisa membantu membersihkan jamur di tembok. Usapkan larutan yang sudah dibuat ke atas tembok dan bersihkan menggunakan lap, lalu bilas dengan air bersih dan keringkan tembok agar tidak lembap.

Baca berikutnya: Musim Hujan, Ini Cara Cegah Kutu Air

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Rupiah Menguat ke Rp14.530 per Dolar AS Hari Ini (19/4)

Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar kedua di Asia pada Senin (19/4/2021)

Populer

Berita Terkait