fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Disdik Sulsel Belum Terapkan Kurikulum Prototipe

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) menerapkan kurikulum prototipe mulai tahun 2022.

Kurikulum baru ini merupakan kurikulum pilihan (opsional) yang di dalamnya terdapat beberapa perubahan. Tentunya memungkinkan para siswa dan guru lebih merdeka dalam belajar.

Saat ini terdapat tiga kurikulum pilihan yang dapat diadopsi oleh sekolah, yakni K13, K13 darurat dan Prototipe.

ADVERTISEMENT

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Imran Jausi mengatakan, saat ini belum ada sekolah tingkat SMA/SMK sederajat di Sulsel yang menerapkan kurikulum prototipe.

Baca juga:  S2 Unifa Masih Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

Namun, pihaknya telah menyampaikan kepada pihak sekolah terkait persiapan. Jika sekolah dinilai telah siap maka dapat menerapkan kurikulum baru tersebut.

“Intinya adalah kesiapan. Kalau dia siap untuk prototipe ya silahkan saja, kalau tidak ya normal, K13 saja,” kata Imran.

ADVERTISEMENT

Imran menambahkan, kurikulum ini adalah kebijakan baru yang berlaku tahun ini. Sehingga perlu evaluasi untuk melihat kesiapan sekolah dalam menerapkan kurikulum prototipe.

“Jadi kita serahkan dulu, nanti evaluasi bulanan ini kita akan tanyakan,” tambahnya.

Baca juga:  Tindak Lanjuti Kerjasama, Trakindo Utama Serap 11 Alumni PNUP

Menurut Imran, di masa pandemi saat ini, serta kondisi di Sulsel yang belum sepenuhnya PTM, sebaiknya masih menggunakan kurikulum K13. Meskipun secara efektivitas pendidikan kurikulum prototipe lebih unggul untuk mengasah kemampuan indivisual siswa.

ADVERTISEMENT

“Kalau saya melihat lebih bagus K13 dulu, karena kita tidak tahu kondisi Covid-19 yang masih bisa naik karena Omicron. Tapi kalau kita lihat dari segi efektivitasnya, dari segi kebutuhannya, lebih bagus yang prototipe, keren. Anak-anak bisa memilih. Cuma konteksnya sekarang ini adalah memastikan dulu PTM untuk full, Prototipe ini dimungkinkan dalam kondisi normal,” jelas Imran.

Baca juga:  Satgas Pangan Polda Sulsel Temukan Pelanggaran Distribusi 61 Ton Minyak Goreng

Selain itu, lanjut Imran, sekolah juga harus punya keberanian untuk mencoba. Disamping itu juga perlu evaluasi agar memastikan para guru siap dengan kurikulum tersebut.

“Harus ada keberanian sekolah-sekolah untuk mencoba. Jangan lupa evaluasi, agar tahun depan saat PPDB sudah bisa dipastikan bahwa gurunya sudah siap,” pungkasnya.

Baca berikutnya: Syarat dan Jadwal Lengkap UTBK SBMPTN 2022

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Di Makassar, Penyuluhan Pencegahan Bahaya Narkoba Sasar Siswa Baru Momen MPLS

LAYAR NEWS, Makassar - Satuan Narkoba, Polrestabes Makassar, menggelar penyuluhan tentang bahaya narkoba dalam momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah...
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT