Senin, 18 Januari 2021
No menu items!

DPRD Makassar Dukung Keputusan Salat Idulfitri di Masjid

Headline

Jenazah Korban Sriwijaya Asal Makassar, Disambut Isak Tangis Keluarga

Isah tangis mewarnai kedatangan jenazah Ricko Maluhette di rumah duka jalan Puri Asri Raya No 11 Tello, Kota Makassar, Sabtu (16/1/2021).

Data Basarnas: 45 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Sulbar

Data Basarnas Mamuju mencatat, 45 orang meninggal dunia, akibat gempa susulan yang mengguncang Mamuju dan Majene Sulawesi Barat (Sulbar).

Setelah Suntik Vaksin Tetap Terapkan Prokes

Ketua Tim Ahli Pengendalian Covid-19 Sulsel, Ridwan Amiruddin menegaskan, masyarakat tetap menerapkan prokes meskipun sudah disuntik vaksin.

Layar.news, Makassar – DPRD Makassar dukung keputusan pemerintah untuk melaksanakan shalat ied di Masjid.

Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Makassar Fraksi Golkar Nurul Hidayat, yang menyatakan dukungan kepada Pemkot Makassar untuk membuka pelaksanaan ibadah salat Idulfitri 1441 H di masjid masing-masing.

Diketahui Pj Wali Kota Makassar Prof Yusran Jusuf telah mengisyaratkan pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini akan digelar di masjid selama didukung protokol pencegahan penularan COVID-19.

“Kita pusatkan pelaksanaan salat Idul fitri di mesjid-mesjid yang ada di wilayah masing-masing,” ujar Prof Yusran Yusuf.

Keputusan tersebut didukung penuh anggota DPRD Makassar Nurul Hidayat. “Kalau saya lebih setuju kalau salat Idulfitri dilakukan di masjid masing-masimg dibandingkan dengan di lapangan yang luas,” ujar Nurul di Gedung DPRD Makassar, Senin (18/05/2020).

Menurut Nurul, salat Idulfitri di masjid, ada tanggung jawab pengurus masjid untuk menerapkan protokol pencegahan COVID-19 secara ketat.

Baca Juga:

Dia menyenut contoh disiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, mengatur jarak antarjamaah hingga mewajibkan membawa sejadah masing-masing.

“Di masjid lebih efektif dibandingkan dilakukan di lapangan. Masjid kan satu pintu, tinggal simpan tempat cuci tangan, siapkan hand sanitizer serta bilik disinfektan. Kalau perlu mereka yang datang ke masjid masing-masing membawa sajadah,” urainya.

Politisi Golkar itu pun meminta pemerintah tidak mengizinkan untuk salat Idulfitri di lapangan. Menurut dia akan lebih sulit mendeteksi jamaah Ied jika dilakukan di tanah lapang. Karena aksesnya terlalu banyak dan siapapun dan darimanapun orang akan datang.

“Di masjid kompleks masing-masing saja, kan tidak terlalu banyak yang terkontaminasi. Tidak ada orang dari luar, Itu lebih higenis dibanding harus berkumpul di Karebosi,” sambung Nurul.

Layar Terkini

Nurdin Abdullah Ingin Buah Lokal Tandingi Impor

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah berharap dapat memajukan buah lokal, agar dapat menyaingi buah impor.

Berita Terkait