fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Drama Pemberhentian Kiai Afifuddin dari Dekan FAI UIM, Begini Kronologisnya

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, MAKASSAR – Terkait informasi yang beredar tentang pemberhentian Kiai Afifuddin Harisah dari Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (FAI UIM) begini kronologisnya.

Pada tanggal 8/2/2022 Kiai Afif bermohon untuk pindah tugas ke UIN, tapi beliau diharap tetap saja  di UIM sehingga kiai Afif dilantik sebagai dekan  pada tanggal 27/8/2022.

Sekiranya permohonan pindahnya saat itu diterima atau diteruskan ke menteri an.sekjen pastilah beliau tidak dilantik sebagai dekan.

ADVERTISEMENT

Setelah menjadi dekan FAI, antara lain program utamanya meninjau ulang kerjasama dengan Cobig karena Kiai Afif tidak ingin mahasiswinya di FAI bercadar. Program tersebut dirapatkan di fakultas dan saya hadir.

Dan seterusnya saya intens komunikasi dengan kiai Afif beliau tidak lagi urus kepindahannya di UIN karena sudah dilantik jadi dekan UIM dan tentu mau konsen pada amanah diberikan sebagai dekan.

Baca juga:  Unhas Kirim Lagi Tim Ketiga Tanggap Darurat dan Bantuan Logistik ke Luwu dan Sidrap

Lalu berkembang isu di UIM bahwa kiai Afif sebaiknya fokus untuk urus professornya sehingga job dekan sebaiknya dialihkan. Lalu saya bilang semua doktor di UIM termasuk bunda rektor pasti fokus untuk mau jadi Professor jadi sebaiknya semua yang mau guru besar dinonjobkan, bukan kiai Afif saja.

ADVERTISEMENT

Atau jika dgn alasan lain kiai Afif sudah mutasi ke UIN berarti job dekan harus ditinggalkan, apa bedanya dengan prof Arfin misalnya sebagai warek I yg juga dosen tetap di UNHAS, atau Dr. Ruslan sebagai warek IV yang juga dosen tetap di UMI, tiada beda dengan kiai Afif sebagai dekan yang juga dosen tetap UIN saat ini.

Tapi rupanya ada aturan khusus dari dirjen Pendis dosen-dosen dapat tidak bisa rangkap jabatan, nah disinilah kiai Afif harus terima aturan tersebut tapi jika benar ada kenapa memang sebelumnya beliau dilantik sebagai dekan.?

Baca juga:  Lepas Wisudawan, Rektor UIM Rasa Bangga dengan Lulusannya Telah Miliki Pekerjaan

Oke, hari Jumat lalu tanggal 15/07/2022 sekitar pukul 09.00 bunda rektor menelpon kiai Afif agar menghadap. Tapi kiai Afif bilang nanti sudah Jumat bunda Krn saya mau khutbah di mesjid Nurul jihad Delta Sudiang. Lagian sudah Jumat saya ke kampus mau menguji S2, kata kiai Afif ke bunda rektor.

ADVERTISEMENT

Saat mau masuk Jumat, wakil rektor III Nurdin Tajri menelpon lagi ke kiai Afif agar segera menghadap ke rektor, tapi dengan jawaban yang ke bunda rektor tadi oke nanti sudah Jumat karena saya khutbah di mesjid delta.

Saat tersebut wakil rektor III Nurdin Tajri minta di sherlock alamat khutbahnya kiai Afif. Nah datanglah beliau dengan pak Mahyus di mesjid delta sesuai sherlock dan diajaklah kiai Afif komunikasi dan disampaikan kepadanya  tentang hal tersebut.

Baca juga:  Rektor UIM Sebut Pesantren Miliki Peran Penting dalam Moderasi Beragama

Jadi kiai Afif menerima informasi bahwa beliau diganti dekan di bawah pohon samping mesjid tersebut pada hari Jumat yang seharusnya secara terhormat lewat surat resmi, bukan lewat lisan apalagi disampaikan di luar kampus, di bawa pohon samping parkiran mobil nya di mesjid tersebut.

Nah, dari cerita tersebut di atas mungkin dapat dipahami dimana kebenaran dan kesalahan proses penggantian kiai Afif sebagai dekan.

Tentang hal itu semua saya sudah bicara sama kiai Afif dan beliau ikhlas untuk diganti sebagai dekan dan saatnya sekarang beliau berkiprah di UIN untuk fokus urus professornya.

Tulis: Mahmud Suyuti /Saksi

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Perjuangan Berat Timnas Menanti di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

Secara peringkat dunia perjuangan Indonesia memang berat untuk bisa langsung lolos dari babak ketiga karena bercokol dengan sejumlah negara kuat Asia.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT