fbpx
No menu items!

Ekonomi Anjlok, Angka Kemiskinan Sulsel Meningkat di Tahun 2020

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Angka kemiskinan di Sulawesi Selatan (Sulsel) meningkat 0,43 Persen di Tahun 2020 dibandingkan tahun 2019.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat sejak Maret hingga September 2020 terjadi kenaikan jumlah angka kemiskinan.

Pada September 2020, persentase penduduk miskin di Sulsel sebesar 8,99 persen atau setara dengan 800,24 ribu jiwa. Angka tersebut meningkat 0,27 persen dibanding Maret 2020 yang sebesar 8,72 persen atau sebanyak 23,41 ribu orang.

Sementara, jika dibandingkan September 2019 meningkat 0,43 persen.

“Persentase penduduk miskin maret 2020 hingga september 2020 naik 0,27 persen poin. Angkanya cukup koheren dengan perkembangan ekonomi yang sudah dirilis bps Sulsel sebelumnya,” ujar Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah dalam siaran langsung di kanal YouTube BPS, Senin (15/02/2021).

Faktor pemicu kenaikan angka kemiskinan ini, salah satunya pertumbuhan ekonomi Sulsel yang terus alami terkontraksi selama masa pandemi. Terhitung sejak Maret 2020 lalu.

“Ekonomi Sulsel triwulan tiga tahun 2020 terhadap triwulan tiga tahun n 2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -1,10 persen. Angka ini jauh menurun dibanding capaian triwulan III 2019 yang tumbuh sebesar 7,16 persen,” tutur Yos Rusdiansyah.

Laju inflasi umum juga relatif rendah. Selama periode Maret 2020 hingga September 2020, angka inflasi umum tercatat sebesar 0,40 persen, lebihkecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,78 persen.

Sejalan dengan itu, jumlah pengangguran yang juga alami kenaikan akibat kondisi pandemi.

“Pada agustus 2020, jumlah pengangguran meningkat menjadi 6,31 persen dari 4,62 Agustus 2019. Demikian iuga tingkat setengah pengangguran meningkat menjadi 9,96 persen dari 7,34 persen Agustus 2029,” imbuhnya.