fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Elon Musk Akan Hapus Bujet Makan Gratis di Twitter, Dianggap Pemborosan

Promo

ADVERTISEMENT

“Apakah ada yang benar-benar berpikir bahwa perusahaan yang tidak menyediakan makan siang gratis membuat karyawan mereka ‘kelaparan?'” salah satu pengguna mencuit.

“Saya tidak pernah bekerja di mana pun di mana makan siang gratis, tetapi entah bagaimana saya bertahan.”

Dikutip dari kanal Bisnis Liputan6.com, Musk kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawan Twitter, terutama pada sejumlah karyawan kontrak.

ADVERTISEMENT

Informasi ini diketahui pertama kali dari laporan Platformer dan Axios. Mengutip Engadget, laporan itu memperkirakan ada sekitar 4.400 karyawan kontrak yang terdampak keputusan ini.

Diketahui pula, aksi PHK ini tidak disertai peringatan terlebih dulu, serta diterapkan untuk karyawan yang berada di Amerika Serikat maupun luar negeri. Sejumlah karyawan mengaku mereka tiba-tiba tidak bisa mengakses sistem internal Twitter.

Baca juga:  Sepi Pengguna, Internet Explorer Pensiun Tahun 2022

Beberapa di antaranya baru mengetahui kabar PHK dari laporan di media. Sejumlah karyawan kontrak dikabarkan khawatir mereka tidak dibayar untuk durasi kerja mereka selama dua minggu terakhir.

ADVERTISEMENT

Alasannya, sejak pemutusan kerja pada 4 November 2022, beberapa tim dilaporkan tidak memiliki karyawan tetap, sehingga tidak ada yang menandatangani lembar kerja para pegawai kontrak.

Menurut laporan, beberapa departemen yang terdampak keputusan ini adalah moderasi konten hingga pemasaran. Twitter sendiri belum menanggapi kabar soal laporan ini, tapi menurut laporan, seluruh departemen komunikasi perushaaan dipangkas selama perombakan yang dilakukan.

Sebelumnya, perusahaan ini diketahui telah melakukan PHK massal terhadap para karyawannya sekitar dua pekan lalu. Ketika itu, ada sekitar 3.700 hingga 3.800 yang dipangkas atau sekitar setengah dari keseluruhan karyawan Twitter.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Facebook Mulai Batasi Konten Politik di Tiga Negara, Termasuk Indonesia

Tidak lama setelahnya, Bloomberg melaporkan, perusahaan ternyata meminta sejumlah karyawan untuk kembali ke Twitter. Keputusan ini diambil karena perusahaan menyadari ada beberapa pemecatan dilakukan secara tidak sengaja.

Di sisi lain, sejumlah petinggi meninggalkan Twitter di tengah badai masalah.

Dikabarkan pertama kali mengundurkan diri dari Twitter adalah Lea Kissner, yang sebelumnya menjabat sebagai eksekutif keamanan siber terkemuka mereka.

Yoel Roth, Head of Trust and Safety yang selama ini diketahui kerap membela Musk selama dua pekan kepemimpinannya, mundur dari perusahaan pada hari Kamis pekan ini.

Dikutip dari Tech Crunch, Robin Wheeler, pimpinan dari tim marketing dan sales, juga dilaporkan cabut dari perusahaan. Namun, ia mengklarifikasi bahwa dirinya masih tetap bertahan di Twitter.

Baca juga:  Facebook Masih Menjadi Sarang Penyebaran Hoaks Politik, Disusul X.com  

Roth menjadi corong bagi Twitter sering menegaskan soal usaha moderasi perusahaan. Salah satunya saat dirinya mencuit, belum ada kebijakan baru soal moderasi usai media sosial itu diambil alih Elon Musk.

Twitter juga ditinggal Chief Privacy Officer Damien Kieran dan Chief Compliance Officer Marianne Fogarty. Sementara, Kieran dan Kissner sudah mengonfirmasi kabar mundurnya mereka dari Twitter, melalui akun media sosialnya.

Mengutip New York Post, Kieran sudah mengganti bio Twitter-nya sebagai “Ex-Chief Privacy Officer.” Dia juga mengunggah foto laptop dan tanda pengenal kantor di akun dengan handle @Damokieran tersebut. Kissner juga mengganti bio-nya jadi “(now former)” Chief Information Security Officer sambil menuliskan, “Saya membuat keputusan yang berat meninggalkan Twitter.”

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Peringatan Waspada Sarang Buaya Dekat Pemukiman Warga di Makassar

Otoritas terkait telah memasang papan imbauan, waspada buaya dekat pemukiman warga di sekitar Sungai Tallo, Makassar
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT