Minggu, Januari 17, 2021
No menu items!

Flu Tiap Pagi, Mungkin Kamu Terserang Rhinitis Alergi

Headline

Jenazah Korban Sriwijaya Asal Makassar, Disambut Isak Tangis Keluarga

Isah tangis mewarnai kedatangan jenazah Ricko Maluhette di rumah duka jalan Puri Asri Raya No 11 Tello, Kota Makassar, Sabtu (16/1/2021).

Data Basarnas: 45 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Sulbar

Data Basarnas Mamuju mencatat, 45 orang meninggal dunia, akibat gempa susulan yang mengguncang Mamuju dan Majene Sulawesi Barat (Sulbar).

Setelah Suntik Vaksin Tetap Terapkan Prokes

Ketua Tim Ahli Pengendalian Covid-19 Sulsel, Ridwan Amiruddin menegaskan, masyarakat tetap menerapkan prokes meskipun sudah disuntik vaksin.

LAYAR.NEWS – Pilek, bersin-bersin, hidung gatal, tersumbat dan sakit kepala merupakan gejala yang umum dialami siapa saja. Apalagi dimusim pergantian cuaca. Namun, bagaimana jika hal ini kamu alami setiap pagi hari?

Jika kamu mengalami nya terus-terusan setiap pagi hari, bisa saja itu tanda bahwa kamu terserang rhinitis alergi.

Dilansir dari Hellodoc, rhinitis alergi merupakan suatu kondisi alergi, yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap udara yang terhirup. Ketika mengalami reaksi alergi, sistem kekebalan tubuh menyerang partikel yang masuk ke tubuh. Akibatnya, kamu pun akan mengalami bersin dan gejala-gejala lainnya.

Sekilas, gejala rhinitis alergi memang terlihat sama seperti flu biasa. Namun, kedua jenis penyakit ini berbeda, karena rhinitis alergi biasanya hanya terjadi pada pagi hari, dan gejalanya akan membaik menjelang siang hari. Seseorang yang mengidap rhinitis alergi biasanya sangat sensitif terhadap penyebab alergi seperti tungau, debu rumah, dan kotoran kecoa yang bercampur dengan debu.

Biasanya, rhinitis alergi disebabkan faktor keturunan. Biasanya rhinitis alergi berlangsung pada pagi hari selama 15-20 menit. Di negara tropis seperti Indonesia, rhinitis alergi bisa terjadi sepanjang tahun. Lain halnya dengan negara empat musim, alergi ini terjadi saat musim semi.

Baca Juga:

Untuk mengatasinya, yang paling mudah dan tepat adalah menjauhi penyebab alergi tersebut. Misalnya, jika penyebab alerginya adalah debu, hindari tempat-tempat yang berdebu. Bersihkan rumah secara rutin agar tidak ada debu, bulu hewan, atau jamur yang bisa menyebabkan alergi.

Obat-obatan seperti antihistamin atau dekongestan dapat digunakan jika kamu mengidap alergi yang ringan. Namun, jika kamu memiliki riwayat penyakit lain, seperti asma, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan.

Selain itu, kamu bisa menyemprot hidung Hidung dan menggunakan tetes mata untuk mengurangi rasa gatal dan gejala-gejala lain. Namun, obat ini tidak boleh digunakan dalam jangka waktu panjang karena dapat menyebabkan efek buruk.

Atau kamu melakukan pengobatan dengan cara imunoterapi. Pengobatan ini bisa kamu lakukan jika alergi yang terjadi sudah masuk tingkat parah. Dokter akan memberikan suntikan alergen ke tubuh untuk mengurangi kekebalan tubuh terhadap alergen. Untuk lebih amannya sebaiknya diskusikan keluhan dengan dokter.

Layar Terkini

PLN Pasang Telepon Satelit Pasca Gempa Sulbar

PLN melakukan pemulihan listrik terdampak bencana pasca gempa yang mengguncang Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Berita Terkait