fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Harga Beras Merah di Lebak Tembus Rp20.000 per Kg

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, LEBAK – Harga beras merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak kini menembus Rp20.000 per kilogram dari sebelumnya Rp13.000 per kilogram akibat pasokan menipis.

“Kita terpaksa membeli beras merah dengan harga Rp20.000/kilogram itu,” kata Siti(55) seorang konsumen saat ditemui di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Selasa (27/02/2024).

Saat ini, dirinya mencari beras merah di Pasar Rangkasbitung merasa kesulitan dan kebanyakan pedagang tidak menjualnya akibat pasokan menipis dari petani.

ADVERTISEMENT

Beruntung, ia menemukan satu pedagang beras merah dengan harga Rp20.000/kilogram.

“Kami merasa senang masih ada beras merah, meski harga mahal,” katanya menjelaskan.

Baca juga:  Kementerian BUMN Sediakan 80 Ribu Kuota Mudik Gratis Lebaran 2024

Ujang seorang pedagang beras di pasar Rangkasbitung kabupaten Lebak mengatakan dirinya kini menyediakan beras merah dengan jumlah relatif terbatas akibat menipisnya pasokan.

ADVERTISEMENT

Mereka para pedagang beras merah itu dipasok dari hasil produksi petani lokal dengan kualitas bagus dan lebih pulen dibandingkan beras biasa yang berwarna putih.

Karena itu, harga beras merah menembus Rp20.000/kilogram karena permintaan pasar cukup tinggi, bahkan bisa menghabiskan 5 kuintal per hari.

Selain itu juga beras merah sangat baik untuk kesehatan dan pencernaan, karena dapat mengontrol gula darah sehingga cocok bagi penderita diabetes.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Bahana TCW Sarankan Masyarakat Alokasikan 20 Persen THR ke Investasi

Beras merah juga bisa menurunkan kadar kolesterol jahat, sumber antioksidan dan lainnya.

Oleh karena itu, kebanyakan konsumen yang datang ke sini para penderita diabetes dan jantung.

“Kami saat ini belum bisa memenuhi persediaan beras merah hingga lima ton per pekan akibat belum panen dari petani itu,”katanya menjelaskan.

Begitu juga Sulaeman , seorang pedagang mengatakan kenaikan harga beras merah itu ,karena para petani belum memasuki musim panen.

Saat ini, mereka pedagang beras merah itu hanya beberapa pedagang saja akibat pasokan menipis.

Baca juga:  KAI Ubah Pola Operasi 12 KA Antisipasi Dampak Unjuk Rasa Partai Buruh

“Kami melihat kenaikan harga beras merah itu karena menipisnya pasokan dan permintaan cukup tinggi,”kata Sulaeman.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mengatakan saat ini produksi beras merah relatif kecil karena kurang diminati para petani.

Mereka petani lebih memilih produksi beras putih dibandingkan beras merah.

Padahal, permintaan beras merah cukup tinggi karena baik untuk kesehatan.

“Kami minta petani agar mengembangkan benih beras merah untuk angka tanam akhir Februari 2024,”katanya menjelaskan.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Baintelkam Mabes Polri Cek Senpi di Lapas Makassar

LAYAR NEWS, Makassar – Dalam rangka pengawasan inventaris terkait kepemilikan senjata api (senpi) Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Mabes Polri...
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT