Selasa, 19 Januari 2021
No menu items!

Ini 7 Usaha yang Aman Saat Krisis di Tengah Pandemi Corona

Headline

Warga Blok 10 Perumnas Antang Kembali Mengungsi Akibat Banjir

Sebanyak 129 jiwa warga di Blok 10 Perumnas Antang, kembali mengungsi di Masjid Jabal Nur akibat banjir.

Jenazah Korban Sriwijaya Asal Makassar, Disambut Isak Tangis Keluarga

Isah tangis mewarnai kedatangan jenazah Ricko Maluhette di rumah duka jalan Puri Asri Raya No 11 Tello, Kota Makassar, Sabtu (16/1/2021).

Data Basarnas: 45 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Sulbar

Data Basarnas Mamuju mencatat, 45 orang meninggal dunia, akibat gempa susulan yang mengguncang Mamuju dan Majene Sulawesi Barat (Sulbar).

Layar.news – Pandemi Corona yang kini melanda hampir di seluruh dunia membuat perekonomian ikut terguncang. Tempat perbelanjaan yang biasanya ramai kini tampak lesu.

Rasa cemas dan panik tentu mendarat di hati para pelaku bisnis ketika krisis ekonomi menyebar di hampir seluruh negara di dunia akibat Virus Corona atau COVID-19.

Meski di beberapa wilayah telah melakukan fase adaptasi kebiasaan baru, roda ekonomi belum sepenuhnya berputar sehingga kita pun harus bisa berpikir lebih keras agar kondisi finansial tetap stabil.

Apalagi menurut studi dari Harvard, pandemi COVID-19 diramalkan baru akan berakhir pada 2022.

Pebisnis akan terus kawatir usaha yang mereka jalani akan terkena imbas krisis. Agar terhindar dari kepanikan, Anda perlu mengetahui sektor bisnis tahan dan aman dari krisis.

Baca Juga:

Berikut sejumlah usaha yang aman di tengah pandemi Corona:

Usaha Makanan dan Minuman

Usaha makanan dan minuman dianggap salah satu sektor bisnis tahan krisis ekonomi karena masyarakat membutuhkan pasokan makan dan minum dalam kondisi apapun bahkan kondisi serba sulit sekalipun.

Tak hanya itu, bisnis di sektor makanan dan minuman juga dianggap membutuhkan modal yang relatif kecil, tenaga kerja yang tak terlalu banyak, namun dengan margin laba yang besar dan perputaran arus kas yang cepat. Beberapa faktor tersebut membuat bisnis Food and Baverage (F&B) sulit menjadi ‘korban’ dari krisis besar.

Ketika krisis ekonomi melanda suatu wilayah, bisnis kuliner bisa saja mengalami penurunan omzet. Namun perputaran uang yang besar dalam waktu cepat membuat sektor ini tak memiliki alasan untuk mengalami kebangkrutan.

Pebisnis sektor F&B bisa menjalankan strategi peningkatan omzet dengan berinovasi sesuai perubahan perilaku konsumen dari masa ke masa.

Intinya, diperlukan integritas dalam jiwa setiap pelaku usaha sehingga muncul peluang untuk mendapatkan kepercayaan konsumen, terutama ketika banyak pesaing tidak mampu memenuhi janjinya.

Maka manfaatkanlah bisnis kuliner Anda saat masa krisis supaya Anda tetap mendapatkan konsumen meski keadaan sedang sulit.

Usaha Kebutuhan Bahan Pokok

Serupa dengan bisnis F&B, bahan pangan pokok merupakan salah satu kebutuhan primer masyarakat yang sulit untuk diabaikan dalam kondisi apapun, termasuk kondisi krisis ekonomi. Hal ini membuat bisnis perdagangan bahan pokok menjadi salah satu sektor bisnis tahan krisis.

Kendati terjadi fluktuasi harga komoditas karena faktor persediaan dan permintaan, namun hal itu tak akan menjadi persoalan besar hingga membuat usaha sektor ini pailit.

Anda hanya cukup mengelola keuangan dengan cermat, terutama mengelola modal kerja agar dapat mengambil peluang ketika harga sedang turun dan bisa tetap bertahan ketika harga bahan pokok sedang melonjak.

Tak hanya itu, Anda juga perlu mencari celah yang tepat untuk mempertahankan bisnis di tengah kondisi krisis.

Usaha Jasa/Produk Kesehatan

Baik pada masa normal maupun saat krisis, masyarakat tetap membutuhkan jasa layanan kesehatan dan produk kesehatan sebagai salah satu kebutuhan yang krusial untuk tetap bertahan hidup.

Maka itu, para tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, apoteker hingga karyawan pusat kesehatan berada di garda terdepan untuk menjamin kesehatan masyarakat.

Telebih ketika masa krisis akibat virus Corona yang terjadi di berbagai belahan dunia seperti saat ini.

Berbagai latar berlakang tersebut menjadi alasan yang membuat bisnis kesehatan termasuk salah satu yang bisa bertahan di masa krisis sekalipun.

Kebutuhan menjaga dan memulihkan kesehatan tak akan hilang karena momentum apapun, sehingga bisa dijadikan peluang bisnis sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan atas kesehatan.

Usaha Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Momentum krisis, baik krisis ekonomi, politik, sosial, maupun kesehatan tak akan menghentikan laju perkembangan sektor jasa pendidikan dan pelatihan di berbagai belahan bumi manapun.

Pasalnya, kebutuhan untuk belajar sesuatu hal yang baru tak akan surut di tengah-tengah masyarakat, meski dalam kondisi krisis sekalipun.

Bahkan masa krisis merupakan momentum yang tepat, karena sebagian orang mengevaluasi diri dan menganggap dirinya membutuhkan lebih banyak pengetahuan untuk terus mengembangkan diri.

Hal ini yang membuat bisnis di industri pendidikan dan pelatihan lebih mampu bertahan saat perekonomian dalam kondisi yang buruk.

Bisnis Digital

Bisnis digital menjadi salah satu dari deretan sektor bisnis yang dianggap paling dapat bertahan dalam kondisi krisis sekalipun.

Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi membawa pencerahan bagi masyarakat dan mampu mendukung hingga mengembangkan sektor-sektor bisnis lain.

Dalam prosesnya, bisnis digital justru menjadi solusi bagi sebagian besar masyarakat untuk keluar dari persoalan, bahkan dapat mendorong masyarakat untuk keluar dari masa krisis.

Misalnya, teknologi digital berupa aplikasi video conference bisa membantu para karyawan untuk bertatap muak jarak jauh dan menyelesaikan persoalan bisnis ketika masa krisis kesehatan akibat Pandemi Covid-19 saat ini.

Teknologi seperti software akuntansi online juga bisa membantu perusahaan untuk mengatasi persoalan pengelolaan keuangan secara praktis, akurat dan cepat.

Intinya, keberhasilan akan tercapai jika Anda memiliki energi dan kepercayaan diri atas kemampuan yang dimiliki untuk melewati krisis.

Sebab pada dasarnya, setiap pelaku usaha harus siap dan bersemangat untuk ‘memenangkan’ setiap krisis.

Produk Antibakteri untuk Minimalisir COVID-19

Pandemi COVID-19 membuat kita lebih peduli akan kebersihan diri. Tidak mengherankan bila konsumsi produk pembersih—terutama hand sanitizer— dengan kandungan antibakteri pun makin tinggi, bahkan juga sempat jadi barang langka beberapa waktu lalu.

Tidak ada salahnya kok, memanfaatkan peluang ini untuk mulai menjual atau menjadi reseller produk kesehatan antibakteri. Namun sebelum itu, pastikan produk yang Anda jual benar-benar aman dan efektif mengurangi populasi bakteri penyebab penyakit.

On Demand Cleaning Service

Selain usaha di bidang penjualan barang, produk jasa terutama terutama untuk membersihkan rumah atau on demand cleaning service juga bisa jadi peluang usaha yang saat ini cukup menggiurkan.

Apalagi bila Anda tinggal di kota besar dengan penduduk yang sebagian besar selalu disibukkan dengan rutinitas harian yang padat.

Namun sebelum memutuskan untuk terjun di bidang ini, sebaiknya lakukan perencanaan bisnis yang matang dengan menciptakan metode yang inovatif serta menggunakan produk berkualitas agar pelanggan puas dengan pelayanan yang Anda berikan.

Layar Terkini

Warga Blok 10 Perumnas Antang Kembali Mengungsi Akibat Banjir

Sebanyak 129 jiwa warga di Blok 10 Perumnas Antang, kembali mengungsi di Masjid Jabal Nur akibat banjir.

Berita Terkait