Kamis, Januari 28, 2021

Jangan Asal Minum Antibiotik, Ini Bahayanya

Layar Tips

5 Kesalahan Umum Merawat Tanaman Hias

Memelihara tanaman hias tidak bisa sembarangan. Nah, berikut kesalahan umum dalam merawat tanaman hias...

Ini 7 Usaha yang Aman Saat Krisis di Tengah Pandemi Corona

Ini 7 Usaha yang Aman Saat Krisis Ditengah Pandemi Corona

Hati-hati, Ini Dampak Buruk Minum Air Es

Sering minum air es atau minuman dingin salah satunya dapat membuat perut buncit loh!

LAYAR.NEWS – Antibiotik merupakan salah satu obat yang cukup penting. Memang, obat ini diciptakan untuk mengobati banyak penyakit. Utamanya yang berkaitan dengan infeksi bakteri, mencegah penyebaran penyakit, bahkan untuk mengurangi komplikasi penyakit yang serius.

Namun, meskipun obat ini tergolong aman dan banyak dipasarkan, jika tidak sesuai aturan akan mendatangkan bahaya bagi tubuh.

Dilansir dari Halodoc, penggunaan antibiotik yang salah dan berlebihan bisa menyebabkan resistensi antibiotik pada tubuh. Yakni saat antibiotik tidak lagi berpengaruh pada strain bakteri tertentu. Resistensi antibiotik ini adalah salah satu masalah kesehatan paling mendesak di dunia.

Masyarakat umum, dokter dan rumah sakit semuanya berperan dalam memastikan penggunaan obat yang tepat, serta meminimalkan perkembangan resistensi antibiotik.

Resistensi antibiotik adalah kondisi saat bakteri menolak pengobatan karena bakteri telah berubah dalam beberapa cara. Perubahan tersebut dapat melindungi bakteri dari kerja obat atau menetralkan obat.

Baca Juga:

Pasalnya, setiap bakteri yang bertahan dari pengobatan antibiotik dapat berkembang biak dan mewariskan sifat kebal. Selain itu, beberapa bakteri dapat mentransfer sifat resisten obat mereka ke bakteri lain.

Sebetulnya saat bakteri mengembangkan resistansi terhadap obat adalah normal dan diharapkan. Namun, cara penggunaan obat mempengaruhi seberapa cepat dan sejauh mana resistensi terjadi.
Penggunaan antibiotik yang berlebihan terutama mengonsumsi antibiotik meskipun pengobatannya tidak tepat akan meningkatkan resistensi antibiotik. Menurut Center for Disease Control and Prevention, sepertiga hingga setengah penggunaan antibiotik pada manusia tidak perlu atau tidak tepat.

Perlu diingat, antibiotik bukanlah obat untuk segala jenis penyakit. Selain itu, antibiotik hanya mengobati infeksi bakteri. Jadi, tak bisa digunakan untuk mengatasi penyakit yang terjadi akibat virus.

Jika kamu minum antibiotik padahal sedang terkena infeksi virus, antibiotik malah akan menyerang bakteri di tubuh. Ia malah bisa menyerang bakteri baik. Perawatan yang salah ini kemudian dapat meningkatkan sifat resisten antibiotik pada bakteri tidak berbahaya. Bahkan menciptakan peluang bagi bakteri yang berpotensi berbahaya untuk menggantikan bakteri yang tidak berbahaya.

Mungkin beberapa orang akan merasa lebih baik sebelum obat antibiotik yang diresepkan habis dan berniat untuk menghentikan penggunaannya. Namun, perawatan lengkap diperlukan untuk membunuh bakteri penyebab penyakit. Kegagalan mengonsumsi antibiotik seperti yang diresepkan dapat menyebabkan perlunya melanjutkan pengobatan lain dan dapat meningkatkan penyebaran sifat resisten antibiotik di antara bakteri berbahaya.

Serta perlu diketahui, hanya dokter yang memperbolehkan meresepkan antibiotik pada seseorang. Selain itu juga harus menuruti anjuran minum yang diberikan dokter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Layar Terkini

Besok, DPRD Gelar Paripurna Penetapan Wali Kota Makassar

Besok, DPRD akan menggelar rapat paripurna terkait Pengumuman Penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Layar Populer

Layar Terkait