fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Kadiskominfo Mundur di Tengah Temuan BPK, Danny: Harus Tanggung Jawab!

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Ismail Hajiali mundur dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Makassar, dan beralih menjadi tenaga pengajar di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Ismail meninggalkan jabatan strukturalnya di tengah kisruh temuan BPK dan dugaan korupsi di Diskominfo Makassar.

Mengetahui hal itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan (Danny) Pomanto mengatakan, sanksi dan kasus dugaan korupsi di Diskominfo tetap akan diproses.

ADVERTISEMENT

“Tapi kalau dia (Ismail) berhenti tidak bisa. Harus bertanggung jawab! Kalau soal kerugian negara harus bertanggungjawab, tidak ada yang bisa lolos. Harus lanjut,” ujar Danny, Selasa (22/6/2021).

Sementara itu, Ismail sendiri terancam mendapat sanksi penonaktifan sebagai buntut temuan BPK terkait CCTV.

Baca juga:  Sekretariat DPRD Makassar Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran

“Saya kira itu berdasarkan rapat tindak lanjut kemudian BPK memutuskan untuk disanksi. Kemudian kita sudah menentukan sanksi, salah satunya adalah penonaktifan kepala Dinas Infokom (Ismail-red),” terang Danny.

ADVERTISEMENT

Danny mengatakan, temuan BPK terkait kegiatan sewa jaringan CCTV terintegrasi pada Diskominfo pada 2020 yang melebihi nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang ditetapkan. Berdasarkan hal itu, BPK menemukan pemborosan anggaran daerah sebesar Rp584 juta.

Selain itu juga termasuk beberapa BTT (Belanja Tidak Terduga) kampanye atau iklan 2020 yang kabarnya dimonopoli oleh oknum di Diskominfo.

“Jadi kita akan usut ini, iklan-iklannya tidak jelas juga. Nilai iklannya Rp2 miliar, dan konon kabarnya orang mengurus barang-barang ini termasuk CCTV orang yang sama, dicurigai. Sehingga kami mengikuti apa yang menjadi penetapan dari tindak lanjut,” tegas Danny.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Tekan Angka Penyebaran Covid 19, Danny Imbau Sholat Ied Per-RW

Sementara itu, sanksi untuk Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Irwan Adnan, terkait temuan BPK masih harus dilakukan pemeriksaan oleh inspektorat.

“Kan ada dua yang diberi sanksi, tapi yang satu (Kepala Bapenda) masih ada kelanjutan pemeriksaan inspektorat jadi kita tunggu penyelidikannya inspektorat,” terang Danny.

Alasan Ismail Mundur dari Kadiskominfo

Saat ini Ismail tidak lagi bertugas di Diskominfo Makassar. Sebelumnya, ia berkilah bahwa mundurnya sebagai Kadiskominfo untuk memudahkan Wali Kota untuk memilih pejabat di komisionernya.

Baca juga:  Danny Pomanto Jawab Masukan DPRD Makassar, Perintahkan SKPD Bekerja Sesuai Tupoksi

“Saya mundur di momen seperti ini juga untuk memudahkan Pak Wali memilih pejabat. Jadi tidak pusing lagi mau tempatkan saya di mana,” ujarnya, Senin (21/6/2021).

Ismail juga berterima kasih kepada Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang kembali menjabat di periode keduanya. Ismail cukup banyak terbantu dalam peningkatan jenjang kariernya selama di Pemkot Makassar.

“Saya bersukur dia juga yang angkat saya dari eselon III menjadi eselon II. Dari eselon II lalu nonjob. Lalu kembali lagi. Itu berkat Pak Danny (Moh Ramdhan Pomanto) juga,” pungkasnya.

Baca berikutnya: Beralih ke Dosen, Ismail Hajiali Tinggalkan Jabatan Diskominfo Makassar

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Beautiful Malino 2024, PLN Sukses Hadirkan Listrik Energi Hijau Tanpa Kedip

LAYAR NEWS, GOWA - PT PLN (Persero) berhasil menyediakan listrik yang handal tanpa gangguan (zero down time) selama acara...
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT