fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Kasus Covid-19 Sulsel Terus Naik, Andi Sudirman Sebut Bukan Penularan Lokal

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Satgas Covid-19 Sulawesi Selatan (Sulsel), mengatakan melihat rata-rata harian kasus terkonfirmasi Covid-19 mencapai ratusan, maka Sulsel dinyatakan telah memasuki gelombang ketiga.

Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan naiknya angka kasus Covid-19 ini disebabkan oleh imported case, atau kasus impor dari luar Sulsel.

Pasalnya, kasus di wilayah Jawa, khususnya Jakarta, terus melonjak akibat Omicron. Sementara mobilitas masyarakat dari Jawa ke Sulsel juga tidak terputus.

ADVERTISEMENT

“Sebenarnya kita memang masih imported case, ketika di pulau Jawa sudah masuk, biasanya akan masuk ke Sulsel juga, apalagi varian Omicron agak cepat tapi fatality nya cenderung lebih rendah, kita syukuri itu” ujar Andi Sudirman.

Baca juga:  Ini Penjelasan Dinas Pendidikan Terkait PPDB Bermasalah

Terkait antisipasi lonjakan kasus, Andi Sudirman mengatakan masih menungguni instruksi presiden. Karena dalam waktu dekat seluruh kepala daerah di Indonesia akan melakukan rapat bersama untuk mendengar arahan terkait langkah yang akan diambil untuk mencegah lonjakan kasus di Indonesia.

Selain itu, Andi Sudirman juga telah melakukan rapat terkait pengetatan penerapan protokol kesehatan, serta kesiapan fasilitas isolasi terintegrasi (FIT) untuk menangani pasien Covid-19 yang bergejala ringan atau pun orang tanpa gejala (OTG).

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Pejabat Pemkot Ramai ke Pemprov, Rudy: Hak PNS

“Tapi sudah ada rapat kemarin bahwa patuhi prokes, kesiapan fasilitas, isolasi terintegrasi sudah kita siapkan, sudah ada 30 penghuninya di FIT, 1.500 kamar disiapkan di asrama haji dan beberapa tempat fasilitas kita,” tuturnya.

Terakhir, Andi Sudirman menyebut langkah upaya yang dilakukan untuk menghindari paparan covid-19 yakni dengan mengebut vaksinasi agar terbentuk herd immunity (kekebalan kelompok).

Baca juga:  Nurdin Abdullah Tegaskan Pulau Lantigiang Selayar Tidak Diperjualbelikan

“Paling penting bagaimana percepatan vaksinasi, kita akan turunkan kembali nakes ke daerah, tapi kita akan lakukan PCR dulu sebelum turunkan nakes ke daerah untuk mempercepat vaksinasi, termasuk mendukung program vaksinasi anak dan dosis dua. Kta tidak mau terjadi penumpukan di FIT, makanya ada prokes dan vaksinasi,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Baca berikutnya: Satgas: Sulsel Memasuki Gelombang Ketiga Covid-19

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Jadwal Lengkap Piala Presiden 2024

Turnamen pramusim paling dinanti di Indonesia, Piala Presiden 2024, akan segera dimulai pada 19 Juli 2024.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT