fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Kekayaan Kepala Bapenda Jadi Sorotan, Dewan: Wajar!

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Harta kekayaan Kepala Bapenda Kota Makassar Irwan Adnan yang tertera dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menjadi sorotan publik.

Pasalnya, aset harta kekayaan Irwan meningkat drastis dari sebesar Rp8,2 miliar di tahun 2017 menjadi Rp53,6 miliar di tahun 2018.

Anggota DPRD Kota Makassar, Kasrudi mengatakan, hal tersebut wajar. Publik tidak salah untuk menyoroti laporan kekayaan pejabat negara, karena memang mendapat gaji yang berasal dari uang rakyat.

ADVERTISEMENT

“Tidak salah publik mempertanyakan asal-usul kekayaan seorang pejabat negara, yang umumnya mendapatkan gaji dari uang rakyat. Karena mereka pastinya ingin mengetahui jangan sampai kekayaan itu ada hubungannya dengan jabatannya,” ujar Kasrudi, Selasa (6/4/2021).

Namun, ia meminta publik tidak menuduh tanpa bukti. Mesti menunggu penegak hukum untuk menelusuri jika ada yang tidak beres dalam laporan kekayaan tersebut.

Baca juga:  Dewan Sidak Pengerjaan IPAL di Tiga Jalan

“Ada penegak hukum, kalau memang itu perlu ditelusuri, saya kira penegak hukum sangat mudah untuk melakukan penelusuran harta kekayaan penyelenggara negara. Jadi kita tunggu saja sikap penegak hukum seperti apa,” ujar legislator Gerindra ini.

ADVERTISEMENT

Kasrudi juga mengatakan, publik juga harusnya melihat secara utuh sumber kekayaan Irwan. Bisa saja harta tersebut berasal dari warisan atau usaha lainnya yang tidak ada hubungannya dengan jabatannya.

“Kalau dari warisan itukan wajar-wajar saja. Yang salah kalau itu berhubungan dengan jabatannya. Makanya saya katakan, kalau memang bisa mempertanggungjawabkan kekayaannya, yah, apa susahnya menjelaskan itu kepada publik,” terang Kasrudi.

Sebelumnya, Irwan Adnan juga telah menjelaskan mengapa terjadi lonjakan dalam LHKPN miliknya. Ia pun menegaskan bahwa seluruh jumlah harta yang terdata bisa dipertanggungjawabkan.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Danny Pomanto Dikukuhkan Anggota Batalyon 120 Makassar, Ini Pesannya

“LHKPN yang saya sampaikan bisa dipertanggungjawabkan dan sudah melalui proses verifikasi dari KPK. Dan apa yang saya lakukan itu tentu sebagai bentuk keterbukaan sebagai pejabat negara,” jelasnya.

Irwan Adnan menuturkan, melonjak pada LHKPN miliknnya karena adanya ketidaklengkapan data.

“Pada 2017 yang saya laporkan harta kekayaan secara pribadi, kemudian terjadi perubahan pada 2018 karena diakumulasikan dengan aset keluarga termasuk istri,” ungkapnya.

Irwan mengakui, saat melaporkan harta kekayaan yang melonjak itu telah berkordinasi dengan KPK melalui verifikasi data.

“Data yang menopang nilai harta saya itu sudah saya perlihatkan sama KPK. Jadi bukan soal besar atau kecil nilainya, tetapi ini soal transparansi dan bisa dipertanggungjawabkan. Dan saya berani pertanggungjawaban itu ke KPK dan itu saya wujudkan di laporan LHKPN,” ungkapnya.

Baca juga:  Anggota DPRD Makassar Arifin Dg Kulle Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Selain LHKPN, Irwan mengatakan dirinya juga aktif program tax amnesti.

“Jadi tidak perlu khawatir harta naik signifikan, kalau memang sumbernya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Apalagikan, harta yang dimiliki merupakan hasil usahanya yang dikumpulkan sejak 20 tahun lalu,” katanya.

“Intinya, semua harta yang saya laporkan itu sumbernya jelas, dan sudah saya laporkan ke KPK. Tujuannya untuk transparansi, agar, jadi tak perlu khawatir jika memang kondisi real harta naik. Yang masalah itu, jika melaporkan harta yang tidak sesuai fakta. Bahkan, melaporkan harta minim tapi faktanya sangat besar,” pungkas Irwan.

Baca berikutnya: Danny Pomanto Tegas Batalkan Lelang Jabatan

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Grand Opening Modena Home Center di Rolling Hills Makassar

Modena Home Center membuka cabang baru di Kota Makassar
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT