fbpx
No menu items!

Konsumsi Meningkat, ESDM Sulsel Minta Tambahan Kuota Solar

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mengajukan tambahan kuota untuk dua jenis yaitu Bahan Bakar Minyak Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) ke BPH Migas.

Hal ini menyusul antrean panjang kendaraan pengguna solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam sepekan terakhir akibat keterbatasan stok.

Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi ESDM Sulsel, Jamaluddin mengatakan penambahan dilakukan setelah melihat kondisi konsumsi di triwulan pertama sudah over. Sedangkan jatah kuota yang ditetapkam merupakan alokasi untuk kebutuhan hingga Desember mendatang.

“Kalau kita tidak minta tambahan kuota dari awal sekarang, ditakutkan kuotanya kita tidak sampai Desember. Jadi itu kami antisipasi atas usulan Pertamina untuk menjaga stok kita sampai di akhir,” kata Jamaluddin.

Berdasarkan perhitungannya, lanjut Jamaluddin, penggunaan solar bersubsidi telah over di atas 14 persen. Menurutnya, kelebihan ini dikarenakan konsumsi solar juga meningkat.

“Konsumsinya bisa dilihat dari aktivitas ekonomi. Antrena panjang bisa dilihat truk apa yang antri. Tapi di lain sisi juga kita harapkan tidak berat untuk mendapatkan itu supaya bisa kita mengawasi bersama,” katanya.

Pihaknya juga telah bersurat ke BPH Migas. Berdasarkan jumlah kelebihan penggunaan tersebut, Sulsel pun meminta tambahan kuota solar sebanyak 75.873 kilo liter.

Pengajuan tambahan kuota itu diharapkan bisa terealisasi secepatnya demi menjaga kestabilan BBM, khususnya solar.

“Jadi kita harapkan April sudah ada realisasi meskipun sebenarnya bertahap. Karena kan ini evaluasi kuota per triwulan. Triwulan pertama sudah jalan. BPH Migas tinggal mengevaluasi,” kata Jamaluddin.

Baca berikutnya: Antrean Panjang Solar, Pertamina Klaim Stok Cukup