fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Korban Meninggal Perang Hamas vs Israel: 1.900 Warga Palestina & 1.300 Warga Israel

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS — Perang antara pejuang Palestina, Hamas, dengan Israel telah memasuki hari ketujuh. Sejak Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel di perbatasan Jalur Gaza pada Sabtu (7/10/2023) pekan lalu, jumlah korban jiwa di kedua belah pihak telah mencapai ribuan.

Menurut laporan Al Jazeera pada Sabtu (14/10/2023), saat ini setidaknya 1.900 warga Palestina telah meninggal dan 7.696 lainnya terluka akibat serangan udara yang dilakukan oleh militer Israel di Gaza.

Sementara itu, jumlah orang yang tewas di pihak Israel telah mencapai 1.300 orang, dengan sedikitnya 3.400 orang lainnya mengalami luka-luka.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  3.600 Orang Lebih Terkubur dalam Puing-puing Gedung di Jalur Gaza, 1.770 di Antaranya Anak-Anak

Berita terbaru mencatat bahwa serangan darat Israel dilaporkan terjadi di Gaza Utara dan Tepi Barat pada Sabtu pagi waktu setempat. Sebelumnya, dilaporkan bahwa puluhan orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan konvoi pengungsi Palestina yang melarikan diri dari Kota Gaza.

Pihak Israel saat ini sedang melakukan evakuasi paksa ribuan orang di Gaza Utara. Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, telah mendesak Israel untuk mempertimbangkan ulang perintah evakuasi tersebut.

Baca juga:  Basarnas Makassar dan RSUD Daya Kolaborasi Penanganan Operasi SAR

Menurutnya, keadaan evakuasi itu mendekati “momen eskalasi bencana.” Sedangkan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan perintah evakuasi agar lebih dari satu juta warga Palestina meninggalkan Gaza Utara dalam sehari tidak mungkin dilaksanakan. 

ADVERTISEMENT

“Membayangkan bahwa Anda dapat memindahkan satu juta orang dalam 24 jam dalam situasi seperti Gaza hanyalah sebuah krisis kemanusiaan,” kata Josep Borrell pada konferensi pers di Beijing.

Dalam perkembangan lain, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Israel, Isaac Herzog, pada hari Jumat (14/10/2023).

Baca juga:  Respons Prabowo Subianto Soal Muhaimin Jadi Cawapres KPP, Minta Semua Pihak Introspeksi

Von der Leyen kembali menegaskan dukungannya kepada Israel dalam melawan Hamas. “Serangan keji yang dilakukan oleh Hamas merupakan tindakan perang. Oleh karena itu, Israel berhak untuk membela diri dan bahkan mempunyai kewajiban untuk melindungi rakyatnya,” ujarnya setelah bertemu dengan Herzog.

ADVERTISEMENT

Setelah pertemuan dengan Netanyahu, von der Leyen menyatakan bahwa Hamas sendirilah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi.

“Kengerian yang dilancarkan Hamas hanya menambah penderitaan warga Palestina yang tidak bersalah,” menurutnya.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Gebrakan Asmo Sulsel, Kenalkan Seri Terbaru Honda BeAT di Ambon

Astra Motor Sulawesi Selatan main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, dan Ambon, meluncurkan All New Honda BeAT series terbaru
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT