fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Lagu Terngiang Meski Tak Sedang Mendengarkannya, Ini Penjelasannya

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR.NEWS – Pernahkah Kamu merasakan ada lagu yang terus terngiang di kepala padahal sedang tidak mendengarkannya?

Fenomena tersebut dinamakan Earworm, yakni istilah yang digunakan ketika sebuah lagu terputar dengan sendirinya di otak.

Perlu diketahui bahwa saat sedang mendengarkan sebuah lagu bukan hanya telinga yang menerima sinyal suara tetapi otak juga turut bekerja dan menerjemahkan lagu tersebut.

ADVERTISEMENT

Saat fenomena Earworm terjadi, ada yang meresponsnya dengan bersenandung. Namun, ada pula yang merasa terganggu dengan munculnya lagu tersebut.

Baca juga:  4 Pilihan Obat Herbal Alami untuk Atasi Gejala Omicron

Earworm umumnya muncul setelah Kamu mendengarkan lagu yang ear–catchy. Akan tetapi, dapat juga muncul ketika seseorang sedang stres dan melamun.

Lagu yang terngiang di kepala secara tiba-tiba ini terjadi ketika otak menangkap sebuah lagu. Semakin sering didengar, alunan lagu bisa terjebak di area otak, yakni auditory cortex (korteks pendengaran).

ADVERTISEMENT

Melansir Hello Sehat, fenomena earworm tidak berbahaya. Earworm justru memberikan keuntungan pada otak sebagai hiburan agar tidak jenuh, membuat pikiran lebih jernih, dan kreatif.

Baca juga:  Selalu Merasa Jadi Korban, Kenali Ciri-ciri Victim Mentality

Meski begitu, earworm juga dapat mengganggu. Menurut Harvard Health Publishing, orang dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD), epilepsi, dan migrain sering kali terngiang lagu di kepala mereka.

Bila lagu yang terngiang di kepala berlangsung lebih dari 24 jam, segeralah periksa ke dokter. Kemungkinan besar kondisi ini terjadi akibat adanya masalah medis lain.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Kepala Gatal Meski Rajin Keramas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Earworm dapat dihentikan. Namun, caranya bukanlah memaksa otak untuk menghentikan lagu tersebut. Melakukannya hanya membuat otak melakukan perintah sebaliknya, yakni memutar lagu tersebut berulang kali.

Kondisi ini bisa diatasi dengan mengalihkan konsentrasi otak pada hal yang lain. Bila tidak berhasil, kemungkinan dokter akan merekomendasikan terapi kognitif dan memberi obat sesuai dengan kondisi yang mendasarinya.

Baca berikutnya: Renggangkan Badan Hingga Bunyi ‘Krek’, Amankah?

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Perjuangan Berat Timnas Menanti di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

Secara peringkat dunia perjuangan Indonesia memang berat untuk bisa langsung lolos dari babak ketiga karena bercokol dengan sejumlah negara kuat Asia.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT