fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Legislator DPR RI: Harga Beras Mahal Diduga karena Jor-joran Bansos

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Jakarta – Melonjaknya harga beras di pasaran di hampir sebagian besar daerah di Indonesia menjadi perhatian legislator. Termasuk di Sulawesi Selatan. Di daerah ini, beras dikabarkan bahkan sempat tembus ke angka Rp15.000 per kilogram di berbagai pasar.

Anggota Komisi XI DPR RI Hidayatullah menilai, sikap pemerintah memberikan bantuan sosial (Bansos) beras diduga menjadi salah satu penyebab harga beras mahal dan stok langka di pasaran. Menurutnya, berdasarkan data BPS, faktor inflasi komoditas makanan adalah penyumbang inflasi terbesar.

“Peranan komoditas makanan mencapai 74,21 persen, sementara non makanan hanya sebesar 25,75 persen (Maret 2023), pemerintah harus segera mengatasi, apalagi disinyalir jor-joran bansos beras juga merupakan penyebab beras langka,” katanya dilansir dari laman resmi DPR RI, Senin, 19 Februari 2024.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Rawat Sendiri 6 Anaknya, Ibu di Makassar Diganjar Bantuan dari Kemensos

Faktor harga beras yang tinggi saat ini disebabkan dominansi pasar beras di dalam negeri dikuasai oleh sekelompok konglomerat, yang semestinya dikuasai oleh negara lewat Perum Bulog. DPR juga menampung banyak keluhan masyarakat terkait kondisi kenaikan harga beras yang terjadi.

“Rakyat mengeluh harga makanan terus melonjak naik, masalah ini terkait tata kelola yang masih semrawut kemudian data pangan yang tidak akurat hingga insentif bagi petani berkurang, terbukti beras produksi Indonesia menjadi yang termahal di antara negara produsen beras,” papar Politisi Fraksi PKS ini.

Baca juga:  Nasib Pemberangkatan Jemaah Haji Indonesia 2021

Hidayatullah menyebut berdasarkan data BPS beberapa komoditas yang perlu diwaspadai kenaikan harganya adalah cabai merah, beras, dan daging ayam ras. “Karena kenaikan harga harga tersebut akan berpotensi menjadi penyumbang inflasi Februari 2024, tentu pemerintah tidak boleh tinggal diam karena yang terdampak adalah rakyat,” terangnya.

ADVERTISEMENT

Ia juga mengungkapkan faktor harga beras yang tinggi saat ini disebabkan dominansi pasar beras di dalam negeri dikuasai oleh sekelompok konglomerat, yang semestinya dikuasai oleh negara lewat Perum Bulog. “Selain karena masalah keterbatasan pasokan, juga tata kelola beras selama ini masih amburadul,” ujarnya.

Baca juga:  Runiah School Gelar Open House dan Lomba, Ayo Daftar!

Harga beras kembali melonjak pada, Jumat, 16 Februari 2024. Bahkan, cetak rekor baru lagi, baik untuk jenis premium maupun medium. Harga beras premium naik Rp40 ke Rp15.940 per kilogram. Sepekan lalu, 9 Februari 2024, harganya masih di Rp15.530 per kilogram.

Harga beras medium naik Rp20 ke Rp13.970 per kilogram. Sepekan lalu, harganya masih di Rp13.600 per kilogram. Harga tersebut adalah rata-rata harian nasional di tingkat pedagang eceran, mengutip Panel Harga Badan Pangan, pukul 14.25 WIB.

ADVERTISEMENT

(Sumber foto: Bulog.co.id)

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Di Makassar, Penyuluhan Pencegahan Bahaya Narkoba Sasar Siswa Baru Momen MPLS

LAYAR NEWS, Makassar - Satuan Narkoba, Polrestabes Makassar, menggelar penyuluhan tentang bahaya narkoba dalam momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah...
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT