fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Lepas Wisudawan, Rektor UIM Rasa Bangga dengan Lulusannya Telah Miliki Pekerjaan

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS – Melepas ratusan alumninya, Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, mengaku bangga dengan para lulusannya yang rata-rata telah memiliki pekerjaan.

“Saya sangat optimis melihat kalian semua, mahasiswa UIM yang diwisuda hari ini, ternyata sudah hampir 52 persen semua sudah ada kerjanya di sini,” kata Prof Muammar dalam sambutannya pada acara wisuda Sarjana dan Pascasarjana UIN di Dalton Hotel, Makassar, Rabu (20/12/2023).

Dijelaskan Prof Muammar, 48 persen dari angka tersebut telah bekerja sesuai dengan bidang keilmuannya.

ADVERTISEMENT

“48 persen pekerjaannya sudah sesuai bidang keilmuannya. Bukan kaleng-kaleng mahasiswa UIM ini. Banyak di luar sana, sudah sarjana tapi susah mencari kerja,” ucapnya.

Dia pun berpesan kepada para alumninya, sarjana merupakan awal memasuki dunia pembelajaran yang sesungguhnya.

“Jadi belajar itu tanpa henti, bukan berhenti karena gelar sarjana. Pembelajaran yang abadi, pembelajaran yang tiada hentinya, kalau ada yang hanya untuk memperoleh gelar, itu belum maksimal. Bagaimana ilmu kita ini bisa kita terapkan dalam dunia nyata,” tekannya.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Pemprov dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulsel Rancang Strategi Komunikasi Stunting

Ditegaskan Prof Muammar, sarjana merupakan sosok yang tidak berhenti belajar. Karena merupakan awal dari langkah panjang yang akan ditempuh kedepannya.

“Orang itu dikatakan sarjana kalau tidak berhenti belajar. Kalau ada orang yang sudah puas dengan belajarnya, maka sesungguhnya dia akan banyak melupakan dan meninggalkan ilmu pengetahuan,” imbuhnya.

Sementara itu, Prof Hamdan Juhannis yang juga hadir pada acara tersebut, mendorong para alumni untuk tidak menjadi sarjana palsu.

ADVERTISEMENT

Hal tersebut ditekankan Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah VIII Sulawesi, Maluku dan Papua itu saat berbicara di hadapan para wisudawan.

Awalnya, Prof Hamdan meminta kepada para alumni untuk menjadi sarjana terbaik.

Ada dua poin penting yang ditekankan Prof Hamdan agar para wisudawan menjadi sarjana terbaik di tengah masyarakat.

Dua poin itu adalah, menjadi sarjana original dan tidak menjadi sarjana palsu.

“Jadilah sarjana original, sarjana asli. 100 persen original. Ini adalah sarjana asli produk UIM,” ujar Prof Hamdan.

Baca juga:  Danny Pomanto Jawab Masukan DPRD Makassar, Perintahkan SKPD Bekerja Sesuai Tupoksi

Dijelaskan Prof Hamdan, sarjana original itu merupakan sarjana yang lahir dari kerja kerasnya sendiri.

“Sarjana original, yang lahir dari usaha dan kerja kerasnya sendiri. Semasa kuliah, dia yang datang sendiri kuliah, dia sendiri yang mengabsen dirinya,” ucapnya.

“Dia sendiri yang duduk di bangku kuliah, sendiri menulis skripsi, tesis untuk Pascasarjana,” Prof Hamdan menuturkan.

Tambahnya, sarjana original adalah sosok sarjana yang dibutuhkan di tengah masyarakat. Karena saat bersentuhan langsung dengan masyarakat, mereka persembahkan keaslian kontribusi, bukan kepalsuan.

“Kedua, jangan jadi sarjana kw, apalagi kw super. Lebih parah lagi kalau jadi sarjana kw-kw, ini mirip sarjana original. Penampilannya 100 persen sama dengan sarjana original,” tukas Rektor UINAM itu.

Menyebut sarja kw mirip dengan sarjana original, Prof Hamdan menuturkan, setelah ditelisik perjalanannya, barulah kelihatan ternyata bukan sarjana original.

“Cirinya, sebaliknya dari sarjana original, titip tandatangan, dibuatkan skripsinya, tugasnya hanya dikopy, tidak pernah berkontribusi terhadap jalannya proses yang membuatnya menjadi sarjana. Semua atas campur tangan orang lain,” tandasnya.

Baca juga:  Drama Pemberhentian Kiai Afifuddin dari Dekan FAI UIM, Begini Kronologisnya

“Sarjana kw itu adalah sarjana palsu, anak muda palsu. Jangan jadi sarjana kw, ke super, apalagi sarjana kw-kw,” sambungnya.

Menurut Prof Hamdan, hidup bukan sekadar berpendapat. Untuk itu, dia mengajak kepada wisudawan untk menjadikan setiap pendapatnya bisa berdampak.

“Hidup ini bukan sekadar berpendapat, hidup ini bukan sekadar berpendapatan, tapi hidup ini bagaimana supaya bisa berdampak,” sebutnya.

Hal yang sama dikatakan Prof Hamdan, orang bercita-cita menjadi sarjana karena ingin menjadi orang yang berpendapatan.

“Cita-cita menjadi sarjana untuk berpendapatan, buatlah pendapatannya itu menjadi berdampak. Jadikanlah hidupnya itu punya dampak,” kuncinya.

Sekadar diketahui, UIM pada pertengahan Desember 2023 ini melahirkan sarjana baru sebanyak 664 wisudawan.

Rinciannya, 664 wisudawan, terdiri dari Pascasarjana 114, Fakultas Agama 42, Pertanian 57, Ilmu Kesehatan 34, Sospol 74, Ilmu Keguruan dan Sastra 84, MIPA 102, Hukum 25, dan Teknik 131.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Saling Ejek, Kelompok Remaja di Makassar Bentrok 5 Orang Sempat Diamankan

Dua kelompok remaja di Jalan Pampang 4, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, sempat terlibat bentrok.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT