fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Longsor Arfak : Tim Gabungan Kembali Temukan Dua Korban Meninggal Dunia

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Makassar – Tim gabungan melanjutkan upaya pencarian korban hilang pascalongsor yang melanda Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Minggu, 26 Mei 2024. Berdasarkan data per Senin, 27 Mei, pukul 15.00 WIB, tim gabungan kembali menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia. 

Dua korban longsor ditemukan di Distrik Minyambouw oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD dan instansi lainnya. Proses pencarian dilakukan penggalian dengan alat berat eksavator dilokasi longsor. Dengan demikian, total korban tercatat empat orang meninggal dunia akibat kejadian ini.

Baca juga:  Cegah Kerumunan Nataru, Pantai Losari Ditutup 11 Hari

Sementara itu, dilaporkan juga terdapat satu orang ditemukan selamat. Tim gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa korban selamat ke Rumah Sakit Warmare untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Operasi pencarian juga telah dihentikan mengingat seluruh korban telah ditemukan.

ADVERTISEMENT

“Meski demikian, tim gabungan masih berada dilokasi guna melakukan upaya percepatan penanganan dan mengantisipasi adanya potensi longsor susulan,” tulis keterangan dalam siaran pers yang diterima dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa, 28 Mei 2024.

Baca juga:  BNPB Serahkan Rp 350 Juta Dana Siap Pakai ke Pemkot Makassar

Merujuk prakiraan cuaca BMKG dua hari kedepan, 30 Mei, wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan. Menyikapi hal itu, BNPB mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca dari BMKG. 

“Apabila terjadi perubahan cuaca secara signifikan, diharap kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat dapat mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan,” imbauan BNPB.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Jubir Gubernur Sulsel Bantah Nurdin Abdullah Terjaring OTT KPK

Apabila terjadi hujan lebat hingga jarak pandang berkurang dari 100 meter dalam durasi tiga jam lebih, diharap agar masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman, khususnya bagi yang tinggal di daerah lereng tebing maupun bantaran sungai.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

68 Kasus Kebakaran di Makassar Sejak Januari-Juni 2024, Objek Ini yang Terbanyak

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar mengumumkan data penanganan kasus sepanjang Januari hingga Juni 2024.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT