fbpx
No menu items!

Mal & Cafe Wajib Tutup Jam 8 Malam, Pengamat: Kebijakan yang Rugikan Rakyat

Promo

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Pemerintah kembali membatasi aktivitas masyarakat seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 di beberapa daerah. Salah satunya, dengan mewajibkan pusat keramaian seperti mal, pasar dan pusat perdagangan tutup jam 8 malam .

Melihat hal ini, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Hasanuddin, Adnan Nasution mengatakan hal ini akan merugikan rakyat jika kebijakan tersebut “dipukul” rata pada seluruh daerah di Indonesia.

Pasalnya, situasi perekonomian Indonesia saat ini masih berdampak buruk dengan adanya pandemi Covid-19. Apalagi, dengan kebijakan pemerintah yang membatasi pergerakan masyarakat.

Baca juga:  Pasien Isoman Wajib Punya Alat Pengukur Saturasi Oksigen

Menurutnya, Jika kebijakan ini diterapkan secara menyeluruh tanpa melihat kondisi saat ini, maka akan merugikan masyarakat.

“Saya pikir ini akan relatif merugikan perekonomian di Indonesia. Juga berdampak pada masyarakat. Karena yang dirugikan adalah masyarakat utamanya para pedagang,” jelasnya kepada Layar.News, Selasa (22/6/2021).

Ia menambahkan, Pemerintah harus melihat kondisi terkini daerah-daerah di Indonesia. Jangan menyamaratakan kebijakan yang justru akan merugikan. Apalagi, beberapa daerah sudah memasuki zona hijau.

“Tetap harus memperhatikan ekonomi masyarakat, melihat kondisi di kabupaten atau provinsi bagaimana kondisinya. Apakah kondisinya dalam kondisi zona merah, zona hijau, zona hitam atau zona orange. Tidak sepantasnya kebijakan itu dilakukan secara merata dalam kondisi pandemi ini,” terangnya.

Baca juga:  Pasien Isoman Wajib Punya Alat Pengukur Saturasi Oksigen

Baca berikutnya: Mal, Restoran, & Cafe Wajib Tutup Jam 8 Malam

Terkini

Danny Tegaskan Soal Aturan Berkendara Saat PPKM Level IV

Danny Pomanto menegaskan aturan perjalanan selama PPKM Level IV di Makassar hanya menyasar pada transportasi umum.

Populer

Berita Terkait