Kamis, Januari 28, 2021

Mappalili, Tradisi Bugis-Makassar Awali Musim Tanam Padi

Tradisi Mappalili bertujuan untuk mendapatkan hasil produksi padi yang baik

Layar Tips

Begini Cara Agar Ban Motor Awet dan Tidak Cepat Licin

Cara menjaga ban motor agar awet dan tidak mudah licin cukup mudah, yakni dengan memperhatikan beberapa hai ini

5 Kesalahan Umum Merawat Tanaman Hias

Memelihara tanaman hias tidak bisa sembarangan. Nah, berikut kesalahan umum dalam merawat tanaman hias...

Tanaman Hias Ini Bisa Jadi Pewangi Alami di Rumah

Tanaman hias ini bukan hanya mempercantik, juga bisa menjadi pewangi alami di dalam rumah.

LAYAR.NEWS, PANGKEP – Mappalili, merupakan tradisi pesta adat yang digelar untuk mengawali kegiatan musim tanam padi oleh masyarakat Bugis-Makassar. Tradisi ini sudah dilakukan sejak dulu. Diturunkan dari nenek moyang. Bertujuan untuk mendapatkan hasil produksi padi yang baik.

Mappalili dilaksanakan dengan berkeliling kampung serta membawa sebuah rajang (Benda pusaka Bugis) sampai turun ke sawah yang akan dibajak. Dengan harapan, masyarakat Bugis-Makassar dapat terhindar dari segala mala petaka, serta sebagai pedoman bagi petani untuk memulai musim tanam padi.

Warga Labakkang, Kabupaten Pangkep, kembali menggelar pesta adat ini untuk mengawali musim tanam. Digelar di rumah adat Balla Lompoa Labakkang, Kabupaten Pangkep, Minggu (22/11/2020).

Pesta adat ini dipimpin oleh Pinati, yang dipilih berdasarkan hasil musyawarah. Sementara barisan Mappalili dipimpin oleh “Panglima Perang”, atau biasa disebut “Pa’lapa Barambang”. Kali ini, Lukman Jahja dipercaya untuk bertindak sebagai “Panglima Perang” yang memimpin barisan mappalili.

Barisan Mappalili sendiri hanya boleh diikuti turun-temurun oleh keturunan yang sudah ada sebelumnya. Kecuali pejabat pemerintahan yang berganti setiap periodenya. Untuk menjadi barisan Mappalili ini mereka menggunakan pakaian adat yang sudah ditentukan.

Baca Juga:

Ritual Mappalili ini dimulai dengan mengeluarkan pusaka dari tempatnya. Kemudian dibersihkan. Setelah itu menjemput keturunan bangsawan untuk melakukan tudang sipulung di rumah adat Labakkang.

“Pertama cuci barang pusaka, setelah itu sorenya jam lima jemput Karaeng Sialloa di rumahnya menuju rumah adat Balla Lompoa, untuk melakukan tudang sipulung membicarakan acara besoknya,” jelas Panglima Perang, Lukman Jahja, yang diwawancarai Layar.News seusai acara.

Tudang sipulung sendiri adalah salah satu tradisi suku Bugis Makassar. Yakni kegiatan membicarakan dan merundingkan suatu masalah secara bersama-sama. Nantinya, mencapai suatu hasil kesepakatan. Tudang sipulung ini dilaksanakan setiap tahun. Sebagai bentuk perpindahan tahun dan turun sawah.

Pada tudang sipulung, masyarakat, pejabat pemerintahan hingga pemangku adat berkumpul di Balla Lompoa. Mereka membahas persiapan terhadap benda-benda pusaka yang akan dipergunakan di lokasi kegiatan.

Esok harinya, menjelang pagi, sekitar pukul 05.00 barisan Mappalili berjalan dari rumah adat Labakkang menuju sawah kalompoang. Sesampainya di sana diadakan permulaan. Menggunakan alat tradisional yakni cangkul dan kerbau untuk menggarap sawah. Ritual ini disebut Pa’jeko.

Ritual diakhiri dengan mengembalikan benda pusaka berupa keris, badi, poke dan lainnya, kembali ke tempatnya.

Setelah rangkaian ritual selesai, kemudian digelar ramah tamah, yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Pangkep.

Menurut etimology, Mappalili (Bugis)/Appalili (Makassar) berasal dari kata palili. Bermakna untuk menjaga tanaman padi dari sesuatu yang akan mengganggu atau menghancurkannya.

Sayangnya, pesta adat menjelang musim tanam ini mulai terkikis zaman. Sehingga tradisi Mappalili hanya populer di kalangan kelompok masyarakat tertentu. Meski begitu, tradisi ini masih bertahan karena kehidupan masyarakat Bugis Makassar yang bertumpu pada pekerjaan bertani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Layar Terkini

Besok, DPRD Gelar Paripurna Penetapan Wali Kota Makassar

Besok, DPRD akan menggelar rapat paripurna terkait Pengumuman Penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Layar Populer

Layar Terkait