fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Mardiana Rusli Jelaskan Hakikat Tugas Bawaslu dan Hak Politik Pemilih

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS — Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Mardiana Rusli mengungkapkan hakikat tugas lembaga yang dipimpinnya untuk memulihkan hak politik seseorang yang merasa dirugikan dalam hal proses administrasi maupun keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain itu, memberikan penegakan hukum dan memulihkan hak politik seseorang yang berjuang mencari keadilan.

“Berikan ruang bagi orang yang mencari keadilan ketika dia dirugikan. Jadi, esensi makna keberadaan Bawaslu adalah memulihkan hak politik orang yang merasa dirugikan dalam proses administrasi maupun keputusan KPU. Itulah makna esensi keberadaan Bawaslu,”. Hal tersebut disampaikan Mardiana Rusli pada Kegiatan Rapat Koordinasi Penanganan Pelanggaran Administrasi, Administrasi yang Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM) Serta Putusan Acara Cepat pada Pelaksanaan Tahapan Pemilu 2024 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, di Hotel Claro Makassar.

Baca juga:  Kronologi Pemuda Tenggelam karena Arus Deras di Air Terjun Pung Bunga Maros

Selanjutnya Mardiana mengingatkan kepada jajarannya bahwa diujung tahapan pencalonan, Bawaslu akan dihadapkan pada administrasi hukum pemilu terkait persyaratan dan syarat calon serta persiapan pengawasan masa kampanye. Ia menegaskan terkait pelanggaran administrasi terstruktur sistematis dan massif (TSM) yang ditemukan pada masa kampanye dan tahapan pemungutan dan penghitungan suara akan menjadi tugas Bawaslu dalam melakukan pengawasan pencegahan bahkan penindakan. 

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Setelah Ditunda, Ini Dia Para Komisioner Bawaslu Se-Sulsel Periode 2023-2028

“Dalam politik transaksional bagaimana mendefinisikan secara operasional TMS itu dalam kerja pengawasan. “Semoga kita (Bawaslu) menjadikan pelajaran penting dalam sebuah peristiwa pemilu terkait dengan pengambilan keputusan tidak mencederai pihak manapun yang bersengketa,” ungkapnya.

Ditempat sama, Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Sulsel, Abdul Malik berharap tidak ada perbedaan persepsi antara KPU dan Bawaslu Kabupaten di Provinsi Sulsel. Ia berharap Anggota KPU dapat memahami Peraturan Bawaslu (PerBawaslu), dan Anggota Bawaslu juga dapat memahami Peraturan KPU (PKPU). Dengan demikian, lanjut Abdul Malik, pemahaman antara KPU dan Bawaslu dapat menyatu dan singkron. 

Baca juga:  Diskominfo Sulsel Paparkan Peranan Walidata dalam Penyelenggaraan Satu Data Indonesia

“Semoga setelah acara ini tercipta singkroninasi kesepahaman antara KPU dan Bawaslu terutama di wilayah penanganan pelanggaran TSM,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Tiga Nama Calon Bupati Takalar Bersaing Dapatkan Rekomendasi PPP

Layar.news, Takalar - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Takalar bakal segera mengeluarkan surat rekomendasi dukungan calon bupati Takalar.Ketua DPC PPP...
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT