fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Mata Pencarian Warga Lae-lae Terancam Tergusur, Komisi C DPRD Sulsel Cari Solusi Hentikan Reklamasi 

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, MAKASSAR — Komisi C DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama masyarakat warga Lae-Lae kota Makassar terkait dengan rencana pemerintah provinsi melakukan reklamasi di kawasan Center Point of Indonesia (CPI). 

Rapat yang dipimpin oleh ketua komisi C Andi Januar Jauri dan dihadiri beberapa anggota komisi C lainnya diantaranya Fahruddin Rangga, Imam Fauzan, Sarwindi dilangsungkan di kantor DPRD Sulsel, pada Selasa, 3 Oktober 2023.

Januar mengatakan pemerintah dan masyarakat dalam sebuah pembahasan harus sesuai dengan regulasi karena tidak mau terjadi perdebatan yang mengangkat opini dan pandangan segala kebijakan kepada warga kepulauan lae-lae yang memberikan dampak segi ekonomi dari kebijakan strategis pemerintah provinsi  pelaksanaan reklamasi di wilayah perairan pulau Lae-lae.

ADVERTISEMENT

“Pada rapat dengar pendapat Komisi C tidak bisa mengambil keputusan namun hal ini akan dilaporkan ke pimpinan sebagai keputusan lembaga agar bisa mencarikan solusi untuk warga yang ada pulau untuk kelangsungan hidupnya,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Tinjau Progres Perkerasan Beton di Ruas Burung-Burung - Bilibili Gowa

Pada kesempatan tersebut Komisi C memberikan kesempatan pada Tokoh masyarakat pulau Lae Lae Umar Daeng Situju yang menyampaikan aspirasi terkait masalah reklamasi yang akan dilaksanakan oleh PT Yasmin yang menyatakan dari awal masyarakat pulau Lae lae menolak rencana pemerintah untuk melakukan reklamasi memperhatikan ekosistem di sekitar pulau karena jika tidak maka penghasilan nelayan akan punah.

“Jadi dengan adanya reklamasi di CPI maka nilai pendapatan masyarakat sangat menurun karena mereka semua nelayan yang mencari nafkah pada saat satu musim saja. Kalau reklamasi terjadi maka tidak lagi mendapatkan hasil dari limbang limbang untuk pariwisata pasir putih,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

“Intinya kami datang di sini tidak ada reklamasi di seputar pulau Lae lae dan menegaskan bahwa kami menolak reklamasi,” tegasnya.

Senada Istri seorang pelaut Daeng Bau menyampaikan bahwa dirinya juga dengan tegas menolak karena ini berkaitan dengan urusan hidup masyarakat nelayan yang mata pencaharian di laut.

Baca juga:  Kapolri Perintahkan Bareskrim Kawal Penyidikan Kasus Pemerasan SYL

“Kami tegaskan menolak berapapun kompensasi yang akan diberikan kepada kami karena dari hasil nelayan membesarkan dan menyekolahkan anak kami sampai perguruan tinggi. Jadi kalau reklamasi masih tidak ada lagi harapan untuk kami,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Menanggapi hal itu, Wakil ketua komisi C DPRD Sulsel Imam Fauzan Amir Uskara menyampaikan bahwa hal ini harus diberikan perhatian khusus karena menurutnya cepat atau lambat pasti akan terjadi pergusuran secara tidak langsung dengan adanya reklamasi di CPI apalagi menurutnya dirinya mendapatkan laporan jika ada oknum yang membeli rumah warga dengan harga mahal.

“Sudah bisa dipastikan dengan adanya reklamasi bahwa secara tidak langsung akan menggusur warga Lae-Laea. Entah itu 10 -15 tahun kedepan akan tergusur dengan sendirinya jika mereka tidak memiliki mata pencaharian karena dampak reklamasi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi,” ujarnya.

Oleh karena itu dirinya berharap pada pemerintah provinsi untuk mencarikan jalan keluar terkait reklamasi yang akan di laksanakan sekitar CPI karena hal ini berhubungan dengan hidup orang untuk mencari nafkah yang bisa berdampak fatal bagi kelangsungan hidup masyarakat pulau Lae-Lae.

Baca juga:  Menyongsong HUT RI ke-77, Sekretariat DPRD Makassar Gelar Berbagai Perlombaan

“Yang saya mau pertanyakan apakah ada opsi atau pilihan lain jika reklamasi tidak dilakukan di pulau Lae Lae karena mereka bergantung pada perekonomian yang berasal dari laut sebagai nelayan,” ucapnya

Anggota komisi C Fahruddin Rangga juga menyampaikan bahwa meskipun komisi C tidak dalam kapasitas pengambilan keputusan tapi hal ini harus dipertimbangkan untuk diberikan kepada masyarakat dan tidak diabaikan terkait apa yang menjadi aspirasi nelayan di pulau Lae-Lae.

“Saya sarankan untuk upayakan  nelayan ada pertemuan dengan PT. Yasmin dengan pemerintah provinsi Sulawesi atau kita melakukan kunjungan ke lokasi. Kita tidak ingin ada gangguan dan riak riak apalagi sebentar lagi momentum pemilu ,” tutupnya. 

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Jadwal Lengkap Piala Presiden 2024

Turnamen pramusim paling dinanti di Indonesia, Piala Presiden 2024, akan segera dimulai pada 19 Juli 2024.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT