fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Melihat Skema Perlakuan Khusus Kemensos Soal Penanganan Bencana di Sulsel

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini akan membangun lebih banyak lumbung sosial di beberapa titik rawan bencana di Sulawesi. Khususnya di wilayah Sulawesi Selatan. Hal ini sebagai respons atas peristiwa bencana alam, tanah longsor yang terjadi di Tana Toraja beberapa waktu lalu. 

“Berdasarkan pengalaman saya di beberapa wilayah Sulawesi, dalam penanganan bencana di Sulawesi ini memang harus ada treatment (perlakuan) khusus,” kata Mensos Risma dalam siaran pers yang diterima jurnalis dari Biro Hubungan Masyarakat Kemensos RI, Jumat, 19 April 2024. 

Longsor Kecamatan Makale Selatan Kabupaten Tana Toraja pada Sabtu, 13 April sekitar pukul 23.00 akibat hujan deras dan disusul longsor di Desa Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan pada Minggu. Longsor tersebut menyebabkan 20 orang meninggal dan semuanya sudah ditemukan serta dimakamkan.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Pemprov Sulsel dan Basarnas Komitmen Perkuat Sinergitas, Bencana di Tana Toraja dan Luwu Jadi Contoh

Menurut Mensos Risma, jalan di Sulawesi Umumnya melintasi perbukitan dan jalannya relatif sempit. Ketika terjadi longsor, jalan yang tersedia tersebut tertimbun longsor sehingga distribusi bantuan tidak bisa dilakukan. “Karena itu untuk Sulawesi perlu ada treatment khusus,”kata Mensos Risma. 

Skema perlakuan khusus yang akan diterapkan bertujuan agar logistik yang dibutuhkan lebih cepat sampai kepada warga terdampak bencana. “Tidak bisa buffer stok hanya tersedia di Pemda. Mengambil contoh kasus saat longsor di Luwu, akses jalan tertutup longsor sehingga bantuan dari Pemda tidak bisa disalurkan,” terangnya.

Baca juga:  Meningkat Signifikan, Gubernur Andi Sudirman Panen Mandiri Benih

Karena itulah, lanjut Mensos Risma, Kemensos membangun lumbung sosial yang lokasinya tersebar. Tidak harus di pusat pemerintahan seperti ibu kota kabupaten, tetapi di beberapa titik yang rawan bencana baik tingkat kecamatan atau desa, sehingga distribusi bisa cepat dilakukan. 

ADVERTISEMENT

Mensos Risma mengambil contoh, di Papua, untuk membangun lumbung sosial Kemensos bekerja sama dengan gereja dan masjid untuk menitipkan buffer stock. Menurutnya, gereja atau masjid adalah potensi sumber paling dekat dengan komunitas sehingga masyarakat bisa langsung mengakses lumbung sosial saat terjadi bencana.  

Baca juga:  7 Orang Meninggal Dunia Banjir Bandang di Luwu

Hingga saat ini Kemensos sudah membangun lebih dari 600 lumbung yang tersebar di daerah rawan bencana di seluruh Indonesia. Pemerintah Kabupaten Tana Toraja diminta Mensos Risma untuk menghitung kebutuhan buffer stock. 

Logistik yang disimpan lumbung dapat berupa solar cell, air bersih, tandon air, dan bantuan darurat lainnya. “Masyarakat tidak akan takut kelaparan, karena sudah ada lumbung. Mereka bisa mandiri,” ungkapnya. 

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

5818 Calon Mahasiswa Baru Unhas Lolos UTBK SNBT 2024

Sebanyak 5818 calon mahasiswa baru Universitas Hasanuddin berhasil lolos dalam proses Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) tahun 2024.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT