fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Menapaki Jejak Makam Dato Tiro, Ulama Penyiar Islam di Bulukumba

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Bulukumba – Penyebaran Islam di Sulawesi Selatan tak lepas dari perjuangan dari seorang tokoh dan ulama kharismatik. Beliau adalah Datuk atau Dato Tiro. Makamnya terletak di Kampung Hila-hila, di Kelurahan Desa Eka Tiro, Kecamatan Bonto Tiro. 

Dilansir dari laman resmi Pemkab Bulukumba, Kamis, 14 Maret 2024, makam Dato Tiro memiliki luas sekitar 695 meter persegi, dengan orientasi utara-selatan. Ukurannya sekitar 2,90 meter panjang dan 2 meter lebar. Nisan makam terbuat dari kayu raja dengan ornamen hias tumpal yang indah. 

Baca juga:  Sempat Ditunda, Pengumuman 160 Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/kota di Sulsel Diumumkan Malam Ini

Makam aslinya berbentuk batu kali yang belum dipahat, tersusun dalam bentuk segi empat panjang, dan dilengkapi dengan cungkup. Pagar di sekitar makam menggunakan anyaman bambu. Namun, seiring waktu, makam ini telah mengalami perubahan dan pemugaran.

ADVERTISEMENT

Datuk Tiro, atau yang juga dikenal sebagai Khatib Bungsu, bersama dua rekannya, Datuk Patimang atau Khatib Sulaeman, berperan aktif dalam menyebarkan agama Islam di kerajaan Luwu. Sementara itu, Datuk Ri Bandang atau Abd Makmur menyebarkan agama Islam di Kerajaan Gowa-Tallo. 

Baca juga:  3 Hari ke Depan, Sebagian Besar Daerah di Sulsel Berpotensi Hujan dan Angin Kencang

Datuk Tiro sendiri bertugas untuk menyebarkan agama Islam di daerah Bulukumba dan sekitarnya. Menurut informasi, Datuk Tiro dan kawannya datang ke Sulsel menggunakan perahu, kemudian mendarat di Ujung Banyoro, yang kini dikenal sebagai Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. Kedatangan mereka terjadi pada masa pemerintahan Launru Daeng Biasa di Kerajaan Tiro pada tahun 1604.

Pengakuan penting atas nilai sejarah Makam Datuk Tiro ketika kompleks makam ini dijadikan cagar budaya. Pada 22 Juni 2010, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, menetapkan status kompleks Makam Datuk Tiro sebagai cagar budaya melalui surat keputusan Nomor: PM.59/PW.007/MKP/2010. 

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Makassar Raih Penghargaan Adipura 2023, Direksi Perumda Pasar; Ini Berkat Kerja Sama Tim

Makam Datuk Tiro tidak hanya menjadi tempat ziarah bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi saksi sejarah penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan. Dengan pemugaran dan perlindungan sebagai cagar budaya, makam ini terus memancarkan pesona dan pentingnya dalam memperkaya warisan budaya Indonesia.

(Sumber foto: mzuh.files.wordpress.com)

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Perjuangan Berat Timnas Menanti di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

Secara peringkat dunia perjuangan Indonesia memang berat untuk bisa langsung lolos dari babak ketiga karena bercokol dengan sejumlah negara kuat Asia.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT