Rabu, 3 Maret 2021
No menu items!

Menkes Budi Kapok Gunakan Data Kemenkes Soal Vaksin

Promo

Gastros Resto & Cafe Hadirkan Diskon 25% All Food Menu

Promosi ini berlangsung sepanjang Februari 2021, dan untuk mendapatkan promo diskon ini cukup mudah.

Sambut Imlek, Phinisi Hospitality Bertabur Promo

Selain promo menginap, hotel-hotel yang tergabung di Phinisi Hospitality juga menyiapkan bonus angpao

Dapatkan Rumah Impian di Bukit Baruga dengan Diskon Rp200 Juta

Promo Fibrasi ini, pelanggan juga dapat DP ringan mulai 5%, angsuran mulai Rp2 jutaan, hingga free biaya notaris.

LAYAR.NEWS – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui kapok menggunakan data Kementerian Kesehatan untuk program vaksinasi Covid-19.

Baca juga:  Siap-siap! Program Kartu Prakerja Kembali Dibuka

Diketahui, Pemerintah menargetkan pemberian vaksin terhadap 181,5 juta penduduk Indonesia. Terhitung mulai Januari 2021 hingga Maret 2022.

Untuk menjalankan progam vaksinasi tersebut, Budi lebih memilih menggunakan data yang dimiliki oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai lebih akurat.

“Datanya juga biar enggak salah gimana, saya udah kapok, saya enggak mau lagi pakai datanya Kemenkes, di crossing-crossing data dukcapil,” ungkapnya dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (23/01/2021).

“Aku pakai datanya KPU. Kita ambil KPU manual, kemarin baru pemilihan itu Jabar, kayaknya itu yang paling current, based-nya untuk rakyat di atas 17 tahun,” imbuhnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan pada distribusi 1,2 juta vaksin tahap pertama beberapa waktu lalu menemui sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya terkait tempat penyimpanan vaksin.

Ia menyebut, lemari cold chain yang digunakan untuk penyimpanan vaksin tidak mencukupi.

Kapasitas yang tak mencukupi itu menurutnya karena vaksin untuk penyakit lainnya menumpuk di tempat penyimpanan.

Baca juga:  La Nina, BPBD Sulsel Imbau Warga Antisipasi Bencana
Baca juga:  Edhy Prabowo Ajukan Surat Pengunduran Diri ke Jokowi

“Kenapa bisa penuh? Salah hitung. Ini masih di provinsi lho. Setelah dilihat, saya baru tahu, setiap tahun kita vaksinasi reguler setiap tahunnya antara 130-200 juta. Vaksin TBC, polio, difteri dan sebagainya,” kata dia.

Ia mengatakan, vaksin-vaksin penyakit lain itu menumpuk lantaran kurang digunakan sejak Covid-19 di Indonesia.

“Rupanya karena tahun kemarin Covid, jadi vaksinasi kurang tuh posyandu-posyandu. Akibatnya vaksin enggak kepake, ditaruh di lemari es di sana, begitu kita kirim penuh, sudah ada barangnya disimpan. Jadi chaotic,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Laporkan Kinerja ke Danny, Ombudsman: 22 OPD Terlapor

Danny Pomanto meminta Ombudsman untuk tetap menegakkan aturan yang ada.

Populer

Berita Terkait