fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

MUI Sulsel Terbitkan Fatwa Aliran Sesat Hingga Satu Orang Sudah Tersangka

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Makassar – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan telah menerbitkan fatwa terkait aliran sesat yang ada di Kota Makassar. Aliran itu disebutkan adalah Taklim Makrifat. Aktivitas aliran ini sebelumnya juga sempat heboh dan videonya beredar di berbagai platform media sosial. 

Dalam pembacaan fatwa dijelaskan Taklim Makrifat Mr. TM dinyatakan sesat karena pernyataannya menyimpang dengan ajaran Islam seperti yang di unggah di Channel YouTube Taklim Makrifat Mr. TM. Dalam unggahannya videonya Mr. TM banyak menafsirkan ayat Al-Quran yang tidak sesuai dengan kaidah tafsir Islam.

Baca juga:  Kemenag Ingatkan Calon Jemaah Haji Waspadai Penipuan Berkedok Visa

Dalam penggalan videonya Mr. TM mengatakan Allah itu berwujud laki-laki, Nabi Muhammad SAW bukan rasul terakhir, mengaji bukan ajaran nabi, mengingkari shalat wujud, syariat harus ditinggalkan untuk menuju makrifat, mengingkari perintah syariat Islam, menyalahi fiqih dan undang-undang zakat.

ADVERTISEMENT

Tak hanya perkataan menyimpang Mr. TM menurut MUI Sulsel, juga melakukan penistaan dalam penggalan videonya di Channel YouTubenya menghina ulama. “MUI hanya mengeluarkan fatwa dan yang berhak menghukumnya kita serahkan kepada pihak yang berwenang,” kata Sekum MUI Sulsel, Prof Muammar Bakry, dilansir dari laman resmi MUI Sulsel, Rabu, 14 Februari 2024.

Baca juga:  Viral Video Pengancaman di Dalam Masjid Makassar Saat Salat Subuh, Polisi Identifikasi Pelaku

Selasa, 13 Februari kemarin, Polrestabes Makassar merilis penangkapan satu orang yang disebut sebagai anggota Taklim Makrifat. Pria berinisial Z ditangkap di Bogor, Jawa Barat oleh tim Satreskrim Polrestabes Makassar. Z juga disebut sebagai pimpinan kelompok tersebut. 

Z dinyatakan menista agama melalui kanal YouTube. Z disangkakan dengan Pasal 45 A Ayat 2 Juncto Pasal 28 Ayat 2, UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 56 A KUHPidana dengan ancaman maksimal enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar. 

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Jelang Pemilu 2024, Pengungsi Luar Negeri di Makassar Diingatkan Patuhi Adat Istiadat

Berikut isi fatwa MUI Sulsel: https://muisulsel.or.id/wp-content/uploads/2024/02/005.-FATWA-TAKLIM-MAKRIFAT-MR-TM.pdf

(Sumber foto: MUI Sulsel)

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Di Makassar, Penyuluhan Pencegahan Bahaya Narkoba Sasar Siswa Baru Momen MPLS

LAYAR NEWS, Makassar - Satuan Narkoba, Polrestabes Makassar, menggelar penyuluhan tentang bahaya narkoba dalam momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah...
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT