fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

NA Tekankan Jaga Seribu Hari Awal Kelahiran Bayi

Promo

ADVERTISEMENT

Layar.News, Makassar – Seribu hari awal kelahiran bayi merupakan periode emas kehidupan. Masa ini menjadi sangat penting untuk kecerdasan, produktifitas, dan prestasi saat dewasa.

Demikian diungkapkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah saat pelepasan pendamping gizi dan konselor stunting, melalui program Gammara’NA, di hotel Best Western Makassar, Senin (03/08/2020).

Saat pelepasan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, menugaskan seluruh tenaga pendamping gizi dan konselor stunting agar fokus menjaga 1.000 hari pertama kelahiran bayi. 

ADVERTISEMENT

“Masa (1.000) itu adalah periode emas kehidupan. 1.000 hari harus mendapatkan perhatian khusus. Stunting harus mendapatkan perhatian khusus untuk kecerdasan, produktivitas dan prestasi kelak nanti pada dewasa,” ujarnya. 

Baca juga:  Gubernur Sulsel Ajak Masyarakat Salurkan Hak Pilih

Untuk itu, menurutnya penting menjaga 1.000 hari pertama itu.

“Inilah yang coba kita dorong. Jadi jangan nanti lahir (baru ada perhatian), jadi sejak di dalam kandungan,” lanjutnya. 

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, masalah gizi tidak bisa dijadikan sebagai alasan kuat sehingga angka stunting di Sulsel terus meningkat. Sebab, masalah yang paling penting adalah bagaimana pemahaman masyarakat harus betul-betul didampingi oleh para pendamping gizi dan konselor stunting ini. 

Baca juga:  Menuju WBK dan WBBM, Karutan Makassar Teken Janji Kinerja dan Komitmen Bersama

“Pertama gizi ndak bisa menjadi alasan. Kedua memang kenapa penting pendampingan, karena pemahaman masyarakat yang anggap enteng ketika mereka hamil dan tidak betul-betul memberikan gizi yang baik kepada calon bayinya,” urainya. 

Gubernur Sulsel ini pun melanjutkan bahwa  jika masyarakat kreatif, tidak akan ada istilah ekonomi lemah dan sebagainya, apalagi di desa rata-rata halamannya luas (untuk menanam sayur-sayuran), dan pemberian sayur buah (kepada ibu hamil). 

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai daerah agraris dan setiap tahunnya memberikan makan kepada 24 provinsi di Indonesia, namun masih bermasalah soal stunting, tentunya semua harus merasa malu dengan keadaan seperti ini. Olehnya itu, ia optimistis tiga tahun kedepan masalah stunting bisa ditekan. 

Baca juga:  Abdul Hayat Lepas Kontingan MTQ Sulsel ke Padang

“Provinsi ini memberikan makan untuk 24 provinsi, tapi kita masih bermasalah soal stunting. Kita malu sebagai daerah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah tapi masih bermasalah saol ekonomi dan kebutuhan lainnya,” jelasnya. 

“Kita masih di atas rata-rata nasional, nah mudah-mudahan dengan pendamping ini bisa menekan, dan harapan kita dua tiga tahun kedepan stunting di Sulsel ini harus menurun,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Cek di Sini, Jadwal Hingga Daftar Daerah Selenggarakan Pilkada Serentak 2024

Pilkada Serentak 2024 tak lama lagi bakal digelar. Pilkada serentak mencakup pasangan calon gubernur, bupati hingga wali kota.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT