fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Oktober 2020, Nilai Impor Sulsel Turun 19,58 Persen

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Nilai impor barang di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tercatat mencapai US$ 62,78 Juta di Oktober 2020.

Nilai impor Sulsel turun sebesar 19,58 persen dari September 2020 yang mencapai US$ 78,07 juta. Bahkan turun sebesar 43,47 persen year over year (YoY) dari Oktober 2019 yang menembus US$ 111,05 juta.

Baca juga:  Sesar 20 Juta Tahun yang Tak Terpetakan Diduga Pemicu Dahsyatnya Gempa Cianjur

“Perkembangan selama tahun 2020 dari bulan ke bulan impor memang posisinya berada di bawah tahun 2019, dan dalam beberapa bulan terakhir impor Sulsel lebih rendah dibandingkan impor 2019,” ungkap Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah.

ADVERTISEMENT

Adapun lima kelompok komoditas utama impor pada bulan Oktober 2020 yaitu gandum-ganduman sebesar 31,46 persen, mesin-mesin/pesawat mekanik 25,73 persen, gula dan kembang gula 20,08 persen, ampas/sisa industri makanan 5,39 persen, dan mesin/peralatan listrik 5,01 persen.

Baca juga:  HKN ke-56, Mahasiswa UNM dan PMI Pangkep Gelar Donor Darah

“Impor yang meningkat cukup tajam adalah pesawat dan bagiannya naik 1525,80 persen, mesin dan peralatan listrik naik 7,85 persen. Sementara komoditas yang lain yang sering diimpor Sulsel secara kumulatif masih kontraksi,” jelasnya.

Sebagian besar impor pada bulan Oktober 2020 berasal dari Ukraina, Australia, Thailand, Amerika Serikat dan Tiongkok. Dengan proporsi masing-masing 31,46 persen, 20,26 persen, 14,53 persen, 9,89 persen, dan 7,54 persen.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Januari 2022, Ekspor Sulsel Tembus Rp1,8 Triliun

“Untuk lima negara asal impor terbesar Sulsel, yaitu Ukraina, Australia, Thailand, Amerika Serikat dan Tiongkok,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Jadi Perhatian, Otoritas Gabungan di Makassar Sosialisasi Pentingnya Pencegahan TPPO

Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menjadi perhatian otoritas gabungan di Kota Makassar.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT