No menu items!

Pemerintah Bakal Ubah Mekanisme Subsidi Elpiji 3 Kg

Promo

LAYAR.NEWS – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu, mengatakan pemberian subsidi LPG 3 kilogram (kg) tidak tepat sasaran.

Untuk itu, pihaknya mengajukan usulan mengubah mekanisme subsidi elpiji 3 kg agar tepat sasaran.

Febrio menjelaskan bahwa, dari sisi harga jual dengan harga patokan, selisih harga Elpiji 3 kg terus berflukluasi. Misalnya pada 2020 lalu, selisihnya mencapai Rp5.000 per tabung. Bahkan tahun 2021, perbedanaannya sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000 per tabung.

Sementara itu, hanya 36% dari total subsidi elpiji 3 kg yang dinikmati oleh 40% masyarakat termiskin. Sedangkan 39,5% berasal dari 40% masyarakat ekonomi kelas menengah atas. Sisanya, berasal dari kalangan kelas ekonomi lainnya.

Baca juga:  Meski Minus, Ekonomi Sulsel Kian Pulih

“Jadi ini adalah bentuk ketidakadilan. Lalu kalau kita lihat, kelihatan bahwa yang menikmati subsidi itu adalah orang yang justru yang tidak berhak. Inilah yang kita perbaiki ke depan,” kata Febrio yang dikutip dari Kontan, Rabu (7/4/2021).

Di sisi lain, lanjutnya, sebanyak 72,1% elpiji adalah impor, hanya 27,9% yang berasal dari produksi gas domestik.

Baca juga:  UMKM Bisa Dapat Sertifikat Halal Gratis, Ini Syaratnya

“Ini menjadi suatu urgensi yang sangat tinggi, Ini menjadi kebijakan yang harus kita perbaiki dengan segera,” ujar Febrio.

Diketahui, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 anggaran subsidi elpiji 3 kg sebesar Rp36,56 triliun. Angka tersebut melonjak 15,44% dari pagu realisasi tahun 2020 sebesar Rp31,67 triliun.

Baca berikutnya: April, Harga Elpiji 3 Kg di Sulsel Naik

Terkini

Mal Hingga Cafe di Makassar Wajib Tutup Jam 8 Malam

Aktivitas usaha di Kota Makassar sebelumnya dibatasi hingga pukul 22.00 wita, kini hanya sampai pukul 20.00 wita.

Populer

Berita Terkait