fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Pemerintah Swiss Gelar Pelatihan Energi Terbarukan Bagi 11 Politeknik di Indonesia

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Pemerintah Swiss melalui proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) menggelar pelatihan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI).

Hal ini dalam rangka mendukung peningkatan kualitas dan kompetensi instruktur politeknik negeri di bidang energi terbarukan, khususnya teknologi surya.

Pelatihan yang berlangsung di Bandung, 31 Januari-11 Februari 2022 mengikut sertakan 14 orang intstrukstur dari 6 politeknik. Mereka adalah Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Energi dan Mineral Akamigas Cepu, dan Politeknik Negeri Ambon.

ADVERTISEMENT

Adapun cangkupan materi yang didapatkan para peserta pelatihan antara lain, pengetahuan dan keahlian teknis tentang teknologi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), uji kompetensi Teknik Energi Surya dengan skema sertifikasi Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tipe rooftop, dan kunjungan industri ke PT Surya Energi Indotama dan PT Indonesia Power Saguling.

Baca juga:  Gelar FGD, Direktur PNUP Harap Peningkatan Kerja Sama Luar Negeri

Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi, Beny Bandanadjaja menyambut baik dukungan Swiss State Secretariat for Economic Affairs SECO dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik vokasi bidang energi terbarukan melalui proyek RESD.

“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi dan target Pemerintah Indonesia menuju bauran energi sebesar 23% dari energi baru terbarukan pada tahun 2025, diperlukan peningkatan kapasitas tidak hanya dari sisi teknologi saja tetapi dari sisi sumber daya manusia juga,” ujar Beny melalui keterangan resminya, Kamis (3/2/2022).

ADVERTISEMENT

Lanjut, Beny mengatakan saat ini program studi Energi Baru Terbarukan (EBT) di tingkat pendidikan tinggi masih terbatas. Sehingga Ia berharap melalui kerja sama proyek RESD ini dapat dikembangkan program spesialisasi D4 EBT satu tahun di 5 politeknik negeri. Serta dapat diperluas implementasinya di lebih banyak lagi politeknik di Indonesia.

Baca juga:  Hut ke 40, Ciputra School of Bussines Salurkan Sembako ke Warga

“Kemendikbud siap mendukung penguatan program D4 spesialisasi energi terbarukan, termasuk riset dosen politeknik di bidang EBT,” lanjut Beny.

Sementara itu, Pimpinan Pelaksana Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD), Martin Stottele mengatakan, Training of Trainers selama dua minggu ini merupakan rangkaian dari seri pelatihan energi terbarukan di bawah kerangka proyek RESD. Pelatihan ini bertujuan membekali pengetahuan dan keterampilan tentang instalasi, pengoperasian, supervisi dan pemeliharaan PLTS.

ADVERTISEMENT

“Tujuan utama dari proyek RESD adalah menciptakan tenaga kerja yang kompeten di bidang perencanaan, desain, pembangunan dan pemasangan, inspeksi dan commissioning, supervisi, pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik hybrid surya diesel, dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA),” jelas Martin Stottele.

Bersama dengan pelatihan tersebut, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss turut bekerjasama untuk meluncurkan program Diploma 4 spesialisasi energi terbarukan dengan rencana penyelenggaran kuliah perdana angkatan pertama di bulan September 2022.

Baca juga:  Rangkaian Milad ke-37 Tahun Sekolah Islam Athira Rampung

Calon siswa dapat mendaftarkan diri di lima politeknik, yaitu 4 politeknik di bawah Kemendikbudristek (Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Ujung Pandang) dan PEM Akamigas di bawah Kementerian ESDM.

Program spesialisasi D4 di sini tepatnya adalah program alih jenjang, di mana lulusan Diploma 3 teknik (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil) mengambil program 1 tahun (semester 7 dan 8) spesialisasi energi terbarukan dan mendapatkan gelar Sarjana Teknik Terapan Energi Terbarukan.

Pelaksanaan proyek diperkuat dengan penyediaan peralatan laboratorium energi terbarukan dan pendampingan dari beberapa lembaga pendidikan di Swiss, yaitu 3 universitas yang termasuk dalam Swiss 2 Renewable Energy Skills Development (RESD) Universities of Applied Sciences and Arts dan Swiss Federal Institute for Vocational Education untuk memberikan masukan praktik terbaik di bidang vokasi dan kerja sama industri.

Baca berikutnya: Raker TA 2023, Direktur PNUP Tekankan Peningkatan Kerjasama

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Sosialisasi Operasi Patuh Pallawa 2024 di Makassar Hingga ke Warkop

LAYAR NEWS, Makassar - Memasuki hari ketiga Operasi Patuh Pallawa 2024, Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar melaksanakan sosialisasi kepada...
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT