fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Pemkot Makassar-BBWS Pompengan Jeneberang Antisipasi Banjir dengan Pengurangan Permukaan Air Waduk Nipa-Nipa

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, MAKASSAR —  Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Djaya Sukarno meninjau Kolam Regulasi Nipa-Nipa atau dikenal dengan Waduk Nipa-Nipa, Sabtu, (17/12/2022).

Keduanya berkoordinasi dalam antisipasi banjir akibat curah hujan yang tinggi dalam dua hari belakangan ini.

Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto mengatakan pihaknya sudah memerintahkan semua perangkat pemerintah termasuk infrastruktur penanganan banjir untuk dimaksimalkan menghadapi cuaca buruk yang berkepanjangan. Baik itu curah hujan dengan milimeter besar, sampai dengan lamanya curah hujan.

ADVERTISEMENT

Pasalnya, ia mencatat ada dua faktor, yakni faktor milimeter curah hujan dan lamanya waktu hujan itu turun.

“Dapat kita lihat, waduk Nipa-Nipa yang menyangga Makassar karena air dari yang lain lari ke sini itu pasti dari Makassar sehingga kepala balai telah mengantisipasi itu,” kata Danny, di sela-sela tinjauannya, sore tadi.

Termasuk, kata dia, Pemkot Makassar mengantisipasi dengan menggerakkan semua perangkat daerah; Dinas Sosial, BPBD, Camat, Lurah, RT/RW semua disiapkan.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  KPU Buat Sayembara Jingle Pilkada Serentak dan Maskot Pilgub Sulsel 2024, Begini Syaratnya!

Danny menjelaskan, Waduk Nipa-Nipa ini mencoba untuk mentransitkan air. Meski dalam dua hari ini hujan dengan intensitas ringan terus mengguyur tetapi kondisinya masih terkontrol dan terkendali. “Alhamdulillah kondisi cukup terkendali, stabil. Karena dari pantauan (aliran sungai) ini dia mengalir. Itu berarti volume air itu masih bisa ditransfer ke laut lewat sungai ini,” ujarnya yang juga mengamati aliran sungai sekitar waduk.

“Kalau dia tidak mengalir maka bisa banjir. Itu bedanya. Tadinya itu prediksi cuaca tetapi kita lihat lebih ke intensitas hujan ringan. Hari ini saya ingin memastikan bahwa kelurahan, kecamatan dan grup siaga banjir itu semua sigap,” tegasnya.

Apalagi, dirinya selang dua hari sebelumnya sudah memposting berdasarkan aplikasi radar cuaca. Olehnya, ia menekankan pemerintah harus selalu memberikan early warning sistem (sistem peringatan dini) kepada warga.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  96,7 Persen Warga Pangkep Diklaim Tercover Jaminan Kesehatan, Terima Penghargaan UHC

“Persoalan banjir itu persoalan kedua, persoalan pertama ialah apakah kita siap menghadapi banjir atau tidak dengan perangkat kerja semuanya siap dengan kapasitas yang ada. Itu yang selalu saya wanti-wanti,” ucapnya.

Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Djaya Sukarno mengatakan kondisi di kolam regulasi itu, saat ini antara air sungai dengan spillway-nya masih punya elevasi 1,54 meter dengan curah hujan sejak pagi kenaikan per jamnya 2 cm.

Dengan curah seperti ini, lanjut dia, diprediksi dapat masuk spillway sampai lima hari ke depan. Sementara itu, untuk menyiapkan jika terjadi hujan yang lebat lagi maka timnya siap mengosongkan atau menurunkan permukaan kolam regulasi dengan dua pompa.

“Masing-masing pompa kapasitasnya 2 kubik perdetik. Jadi satu detik empat meter kubik dikeluarkan. Hal itu untuk menyiapkan jika curah hujan menjadi lebih tinggi dan lebih lama sehingga sudah siap menerima puncak banjir yang ada di Sungai Tallo ini,” jelas Djaya.

Baca juga:  Ada Gedung Tak Patuhi Prokes, PHRI Minta Pemkot Perketat Pengawasan

Pengurangan itu sudah dilakukan sejak pukul 14.30 WITA siang tadi.

Pelimpah atau Spillway sendiri merupakan salah satu bangunan pelengkap dari bendungan yang berfungsi sebagai pengaman terhadap bahaya air banjir yang melimpas di atas bendungan (overtopping). Selain itu, bangunan pelimpah juga berfungsi agar debit hujan rancangan yang terjadi cepat mengalir sehingga debit air tidak sempat meluas.

Secara umum metode pengendalian banjir wilayah hilir dilakukan dengan cara mengatur aliran Sungai Tallo. Kolam Regulasi Nipa-Nipa akan menyimpan air untuk sementara waktu selama terjadi puncak banjir melalui pelimpah (spillway) dan mengalirkannya kembali ke hilir Sungai Tallo melalui pintu pengatur (metode gravitasi) dan  pompa.

Kolam itu sendiri ialah sebuah kolam untuk pengaturan air yang mencakup tiga wilayah yang saling berbatasan, yakni Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kota Makassar.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

5818 Calon Mahasiswa Baru Unhas Lolos UTBK SNBT 2024

Sebanyak 5818 calon mahasiswa baru Universitas Hasanuddin berhasil lolos dalam proses Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) tahun 2024.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT