Minggu, Januari 17, 2021
No menu items!

Pengamat: Potensi Pelanggaran Jelang Pilwalkot Makassar Kian Besar

Headline

Jenazah Korban Sriwijaya Asal Makassar, Disambut Isak Tangis Keluarga

Isah tangis mewarnai kedatangan jenazah Ricko Maluhette di rumah duka jalan Puri Asri Raya No 11 Tello, Kota Makassar, Sabtu (16/1/2021).

Data Basarnas: 45 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Sulbar

Data Basarnas Mamuju mencatat, 45 orang meninggal dunia, akibat gempa susulan yang mengguncang Mamuju dan Majene Sulawesi Barat (Sulbar).

Setelah Suntik Vaksin Tetap Terapkan Prokes

Ketua Tim Ahli Pengendalian Covid-19 Sulsel, Ridwan Amiruddin menegaskan, masyarakat tetap menerapkan prokes meskipun sudah disuntik vaksin.

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Andi Lukman Irwan, mengatakan, potensi tingkat pelanggaran jelang hari pencoblosan di Pilwalkot Makassar semakin besar.

Ia menjelaskan, dalam kontestasi pilkada, dimanapun itu, mendekati pemungutan suara marak terjadi pelanggaran. Untuk itu, intensitas pengawasan dan pencegahan harus semakin dimasifkan oleh penyelenggara.

“Potensi terjadinya penyalagunakan kekuasaan dan pelanggaran lainnya semakin besar, yang bisa saja dilakukan para tim-tim Paslon atau para relawan bagi para pasangan calon,” terangnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, permasalahan yang terjadi pada kontestasi pilkada bukan hal baru. Kecurangan ini sesuatu yang sifatnya selalu terjadi.

Salah satu permasalah, yakni di waktu yang mepet, tim pasangan calon saling berebut area titik-titik kampanye, di setiap wilayah-wilayah elektoral.

Baca Juga:

“Ini yang kadang memunculkan semakin beragamnya potensi pelanggaran yang dilakukan oleh para setiap pasangan calon, saya kira ini yang semakin mendekati hari H, memang titik-titik potensi menjadi pelanggaran itu akan semakin terbuka, dan semakin besar berpeluang terjadi nya pelanggaran,” ujarnya.

Kedua, lanjutnya, masing-masing pasangan calon sudah memiliki referensi survei kekuatan elektoral. Hal ini akan memunculkan gesekan pasangan calon untuk memanfaatkan segala cara agar elektabilitas pasangan semakin kuat.

“Nah ini saya kira dengan pemetaan-pemetaan itu, masing-masing pasangan calon akan memanfaatkan segala cara untuk bagaimana meningkatkan kekuatan elektoral mereka di setiap wilayah-wilayah di luar basis mereka,” jelasnya.

Untuk itu, upaya yang dapat dilakukan paslon adalah mempertahankan elektabilitasnya, di setiap wilayah basis elektoral. Dengan mencerdaskan pendekatan kepada masyarakat.

“Saya kira masing-masing paslon sudah punya peta juara di mana wilayah-wilayah basis elektoral mereka nah bagaimana kemudian menjaga wilayah basis mereka supaya tidak ada understated kuota yg ada di wilayah mereka menjadi strong kota,” pungkasnya.

“Apalagi kita lihat debat ke-2 debat ke-3 masih ada. Sehingga ini momentum para kandidat memaksimalkan bagaimana tampil secara istimewa tampil di panggung sehingga kelompok elektrolit yang di luar basis mereka itu bisa menjadi kelompok yang berpengaruh,” tambahnya.

Selain itu, Ia juga mengingatkan, di masa pandemi covid rentang terjadi money politik di pilkada 2020. Untuk itu, pihak penyelenggara mesti melakukan pengawasan uang lebih ketat.

“Pilkada di masa pandemi pastinya dalam konteks masa ini ada banyak kelompok masyarakat yang terdampak secara ekonomi yang pasti secara kelompok yang terdapat ekonomi ini menjadi kelompok masyarakat yang terentang dengan money politik, saya kira ini betul-betul antisipasi,” tutupnya.

Layar Terkini

PLN Pasang Telepon Satelit Pasca Gempa Sulbar

PLN melakukan pemulihan listrik terdampak bencana pasca gempa yang mengguncang Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Berita Terkait