No menu items!

Pengusaha Kue Andalkan Media Sosial Pasarkan Dagangan

Layar.news, Makassar – Pandemi virus corona tidak hanya membayangi kesehatan masyarakat, namun juga sumber pendapatan usaha mikro, kecil dan menengah.

Umumnya selama ramadan, daya beli masyarakat terhadap kuliner cukup tinggi, namun di tengah pandemi corona saat ini daya beli masyarakat menurun drastis.

Mangatasi kondisi tersebut, Andi Istiyani salah satu pengusaha kue yang beralamat di Jl. Mappoddang Makassar ini memanfaatkan media sosial (medsos) untuk memaksimalkan penjualan.

Selama pandemi corona omzet pengusaha kue menurun drastis
Baca Juga:

“Selama corona omzet menurun, makanya kami maksimalkan pemasaran melalui facebook, fanpage, dan whatsapp. Tanpa medsos maka kami sulit dapat pembeli,” ujar Isti sapaan akrabnya, Rabu (13/5) 2020.

Selama Pandemi masyarakat cenderung lebih aktif menggunakan internet. Hal itulah yang dimanfaatkannya dengan mengunggah foto dagangannya di medsos.

“Tinggal unggah gambar atau video, konsumen sudah bisa melihat apa saja yang kami produksi, jika tertarik silahkan menghubungi nomor whatsapp yang sudah tercantum,” jelas owner Kedai Sasa ini.

Ia dan sang suami berbagi tugas, Isti fokus mengurus dapur sementara suaminya mengelola media sosial dan transaksi.

“Karena saya urus adonan maka saya tidak boleh memegang uang, tugasnya suami itu. Begitu ada uang langsung direndam pakai air sabun cuci biar steril,” ujarnya.

Perempuan kelahiran Makassar ini mengutamakan physical distancing atau jaga jarak, ia juga menyarankan kepada konsumen untuk menggunakan jasa driver online saat mengambil pesanan kue.

“Jadi pesan dulu lewat whatsapp, jika kuenya sudah siap, silahkan diambil. Kami sarankan jika konsumen tak ingin repot maka sebaiknya pakai jasa driver online,” jelasnya.

Usaha kuliner ini telah ia jalankan sejak tujuh tahun terakhir. Sebelum pandemi corona, pesanan kue basah, kue kering, kue tradisional, dan nasi dos cukup lancar.

“Karena minim pesanan, maka saat ini kami fokus memproduksi kue basah saja,” ungkapnya.

Pada awal Maret lalu, ia harus membuat keputusan pahit dengan merumahkan seluruh karyawannya.

Keputusan itu diambilnya atas pertimbangan menurunnya omzet dan untuk melindungi karyawannya dari ancaman covid-19.

“Corona ini mengancam siapa saja, kami ingin melindungi teman-teman, jangan sampai saat perjalanan menuju tempat usaha mereka tanpa sadar terpapar corona, jadi sebaiknya di rumah saja dulu,” ujarnya.

Isti menilai, ekonomi penting namun memprioritaskan kesehatan adalah hal yang jauh lebih baik. Ia berharap pandemi corona ini segera berakhir.