fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Pensiunan Dokter di Makassar Pukul dan Bentak Bocah 3 Tahun, Diusir Pemilik Warkop Tapi Ngeyel Ancam Lapor ke Mantunya yang Tentara

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, MAKASSAR — Kejadian menggemparkan di Makassar akibat ulah oknum dokter yang praktek di Rumah Sakit (RS) Bahagia, Makassar, Sulawesi Selatan. Kebrutalan dan ketidakpatutan dari seorang dokter sebagai sosok yang seharusnya mengedepankan etika dan profesionalisme dalam tindakan dan perilaku terjadi di sebuah warung kopi (warkop) saat dokter tersebut sedang bermain catur.

Sang dokter diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang anak berusia tiga tahun itu tertangkap oleh kamera CCTV yang ada di lokasi, dan video tersebut kemudian menyebar di media sosial.

Orang tua korban, yang juga merupakan pemilik warkop, merasa sangat terganggu dengan kejadian tersebut dan memutuskan melaporkan kasus ini ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Polrestabes Makassar.

ADVERTISEMENT

Pihak berwenang akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait kasus ini dan menegakkan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Saya sudah melapor ke polisi, Polrestabes. Kejadian itu terjadi pada Kamis jam 11 malam,” kata ayah korban, Agung (27), Sabtu, 29 Juli 2023.

Baca juga:  Rakor Pengendalian Inflasi, Danny Pomanto: Makassar Masih Terkendali

Dari rekaman video CCTV yang beredar, terlihat dua orang pria sedang duduk bermain catur di warung kopi (warkop). Saat itu, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun yang merupakan anak pemilik warkop, tanpa sengaja menyentuh meja permainan hingga menyebabkan papan catur jatuh dan bidak-bidak catur berhamburan ke lantai.

ADVERTISEMENT

Salah satu dari kedua pria tersebut yang mengenakan baju putih dengan cepat menampar kepala anak tersebut hingga anak tersebut terjatuh ke lantai. Ayah dari anak korban langsung memperbaiki susunan catur yang berantakan tersebut. Namun si dokter terlihat membentak lagi bocah tersebut hingga menangis.

Pelaku yang melakukan penganiayaan tersebut diketahui sebagai seorang dokter di Rumah Sakit Bahagia, Kecamatan Rappocini, Makassar. Pemilik warkop, yang juga orang tua dari korban, mengaku sangat mengenal pelaku karena sering melihatnya bermain catur di warkop miliknya.

Baca juga:  Kejati Sulsel Terima Dua Kasus yang Diajukan Restorative Justice

“Pengunjung warkop, sering main ke sini. Pejabat Rumah Sakit Bahagia di Minasa Upa,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Tak terima dengan tindakan penganiayaan yang menimpa anaknya, Agung mengusir pelaku dari warkopnya. Namun, pelaku justru merespon dengan marah dan mengancam akan melaporkan kejadian tersebut ke menantunya, yang merupakan seorang tentara.

Akibat kejadian tersebut, anak Agung mengalami luka di bagian bibir dan mengalami trauma mendalam setelah mengalami penganiayaan dan dihina oleh pelaku.

Agung mengaku telah meminta maaf atas kejadian ketika anaknya tanpa sengaja menghamburkan papan catur.

“Terbentur di ujung kursi. Luka di bibir. Jatuh, saya minta maaf pak. Saya atur kembali papan caturnya tapi bapak itu tidak berhenti bentak-bentak dan mengancam segala sampai menangis anakku,” katanya.

Sementara itu, Kanit PPA Polrestabes Makassar, Iptu Alim Bachri membenarkan bahwa orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut.

“Terlapor itu inisial M kalau sesuai dengan di laporan polisi itu dokter,” kata Alim.

Baca juga:  Salah Paham Saat Tenggak Miras Picu Penganiayaan Hingga Korban Tewas

Kejadian kekerasan terhadap anak ini, kata Alim, saat M bermain catur di warkop milik orang tua korban. Namun, M marah karena korban mengganggu permainan.

“Terlapor M main catur itu. Korban mengambil catur, dia marah dan menampar hingga terjatuh itu anak. Saat jatuh wajahnya terkena kursi dan menyebabkan luka di bagian bibir,” ujanrya.

Dikonfirmasi terpisah, Konsultan Hukum di RSU Bahagia Makassar, Muhammad Fakhruddin membenarkan M merupakan seorang dokter di rumah sakitnya. M juga menjabat sebagai wakil direktur RSU Bahagia.

“Jabatannya wakil direktur, M ini pensiunan dokter PNS, tapi kejadian ini terjadi di luar jam dinas dan tidak berada di rumah sakit,” kata Fakhruddin.

Fakhruddin mengaku pihaknya sudah menemui orang tua korban setelah insiden pemukulan tersebut. Namun, ia menyebut perbuatan M tak ada kaitannya dengan RS Bahagia.

“Tindakan terlapor itu tidak ada hubungannya dengan rumah sakit cuman secara kebetulan dia bekerja di rumah sakit,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Pj Gubernur Sulsel Zudan Apresiasi Danny Pomanto Berhasil Tekan Inflasi Makassar

Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh mengapresiasi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto karena berhasil menekan angka inflasi di Kota Makassar
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT