fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Pentingnya Peran Anak Dalam Perubahan Iklim

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Jakarta – Perubahan iklim yang terjadi berdampak ke semua lapisan masyarakat dalam berbagai sektor. Termasuk anak-anak. Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy perubahan iklim pentingnya anak-anak dilibatkan dalam wadah, termasuk kampanye aksi generasi iklim agar mereka sadar dengan situasi yang terjadi saat ini.

Hal itu yang dibahas dalam seminar nasional multisektor bertajuk “Perubahan Iklim dan Kesejahteraan Anak”. Kegiatan ini digelar  Kemenko PMK bekerja sama dengan Save the Children Indonesia. Sekaligus pencanangan Kampanye Aksi Generasi Iklim dengan tujuan membangun Resiliensi Anak terkait Perubahan Iklim Menuju Indonesia Emas 2045. 

“Ini, mencerminkan adanya sinergi, kolaborasi, dan kepedulian bersama dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga lembaga, masyarakat, media, dan para pihak lainnya terhadap masa depan anak-anak Indonesia,” kata Muhadji dalam siaran pers Save the Children Indonesia yang diterima, Jumat, 26 April 2024.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  DPR Desak Kemendagri Tingkatkan Anggaran Lauk Pauk untuk Praja di IPDN

Muhadjir mengharapkan dan mendukung adanya langkah aksi nyata untuk lebih banyak mendiskusikan perubahan iklim dari sisi anak-anak dengan mengedepankan aspirasi dan kebutuhan anak-anak serta penguatan masyarakat lokal, terutama yang paling terdampak oleh krisis iklim. 

Terkait dengan itu, seminar ini berupaya mendesiminasikan hasil penelitian dan kajian cepat yang dilakukan oleh Unit Penelitian dan Konsultansi CERDAS Save the Children Indonesia terhadap perubahan iklim, termasuk dampak kekeringan, resiliensi anak, orang muda dan keluarga. 

Baca juga:  Rafah dan Gencatan Senjata!

Seminar ini berfokus untuk memaparkan dan mendiskusikan fakta awal dampak krisis iklim saat ini yang telah memperburuk aspek pemenuhan hak anak di berbagai provinsi di Indonesia. Kajian cepat Save the Children Indonesia pada November 2023 yang dilakukan di 3 Kabupaten. 

ADVERTISEMENT

Yakni Lombok Barat, Sumba Timur dan Kupang mengenai dampak kekeringan memaparkan bahwa, kelangkaan air dan kerawanan pangan telah memperburuk kondisi kesehatan, gangguan pada pendidikan anak dan mengancam kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk anak-anak. 

“Tantangan kelangkaan air dan kekeringan berdampak pada kesehatan anak, termasuk upaya pemenuhan asupan gizi anak yang berdampak pada upaya penurunan angka stunting. Data menunjukkan implikasi dampak kekeringan terhadap presentasi kondisi status gizi balita,” dalam data Save the Children Indonesia.

Baca juga:  Ini Moda Transportasi Favorit Sepanjang Momen Lebaran, Tembus Ratusan Ribu Orang Penumpang

Kupang mencapai presentasi tertinggi 41.5 persen untuk isu Underweight kemudian Sumba Timur; 23.4 persen dan Lombok Barat 22.5 persen. Pada isu Stunting, Kupang merupakan wilayah dengan persentase tertinggi; 40.4 persen, Lombok Barat 28.9 persen dan terendah adalah Sumba Timur 28.8 persen. 

ADVERTISEMENT

“Kerjasama dengan berbagai pihak sangat penting dalam mewujudkan anak-anak dan orang muda yang resilien terhadap krisis iklim,” jelas Tata Sudrajat, Interim Chief of Advocacy, Campaign, Communication and Media – Save the Children Indonesia.

(Foto: assets.weforum.org)

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Grand Opening Modena Home Center di Rolling Hills Makassar

Modena Home Center membuka cabang baru di Kota Makassar
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT