fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Peran Penting Khatib Jumat Tebarkan Pesan Pemilu Damai Meski Beda Pilihan Politik

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Makassar – Kementerian Agama menginstruksikan jajarannya untuk terus mensosialisasikan pesan damai dalam momentum Pemilu 2024. Apalagi, hari pencoblosan pada 14 Februari sudah semakin dekat. Untuk memasifkan pesan sampai ke masyarakat, Kemenag memberikan tugas kepada seluruh khatib Jumat. 

“Pelaksanaan pemilu semakin dekat. Kami mengimbau Khatib Jumat untuk menyampaikan pesan pentingnya mensukseskan pemilu yang damai, menguatkan persaudaraan dan kerukunan, serta mendorong umat untuk menggunakan hak suara secara bertanggung jawab, dan menghargai perbedaan pilihan politik,” terang Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam siaran pers yang diterima, Jumat, 9 Februari 2024.

Menag Yaqut sudah diterbitkan surat Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag kepada para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi yang juga Kepala Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) dan Kepala Kemenag Kabupaten/Kota untuk menjaga kondusifitas umat dan sakralitas masjid di wilayahnya, dengan mencegah aktivitas politik praktis di masjid. 

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Saat Pindah Memilih, Ini Surat Suara yang Bisa Didapatkan

Surat itu juga disampaikan kepada Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan yang juga Ketua BKM Kecamatan, serta para Ketua BKM kelurahan/desa dan Ketua Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Dalam penyelenggaraan khutbah Jumat, para pengurus dan pengelola masjid serta penceramah diminta untuk memedomani dan menyosialisasikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor: SE.09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan. 

Baca juga:  Hasil Sidang Isbat: Awal Puasa Ramadan Selasa, 12 Maret 2024

Materi ceramah agama bersifat mendidik, mencerahkan, dan konstruktif; meningkatkan keimanan dan ketakwaaan; menjaga keutuhan bangsa dan negara; tidak mempertetantangkan RAS; tidak menghina dan melecehkan; tidak menghasut; serta tidak bermuatan kampanye politik praktis.

“Demikian juga kepada para tokoh berbagai agama, saya imbau agar bisa menyampaikan pesan yang sama kepada umat masing-masing dalam setiap kesempatan peribadatan dan perjumpaan,” kata pejabat negara yang akrab disapa Gus Men ini. 

ADVERTISEMENT

Gus Men mengatakan, pemilu adalah pesta demokrasi yang diselenggarakan lima tahun sekali. Layaknya pesta, proses ini diharapkan bisa dijalankan dengan penuh riang gembira. “Perbedaan dalam pilihan politik adalah hal wajar dan setiap orang harus menghargainya. Terlalu mahal jika beda pilihan politik sampai merusak persaudaraan,” terangnya.

Baca juga:  Daerah Berpotensi Cuaca Buruk di Sulsel 3 Hari ke Depan Awal Juli 2024

Perbedaan menurutnya bukan menjadi masalah yang berujung saling mencederai. “Beda pilihan politik tidak harus sampai mencederai persaudaraan dan persahabatan. Rumah ibadah kami harap mengambil peran dalam penguatan kohesi dan kerukunan di tengah keragaman umat, termasuk keragaman pilihan politik,” sambungnya.

Gus Men berharap, hiruk pikuk pemilu segera kembali normal setelah warga bangsa gunakan hak suaranya. Semua kembali pada kehidupan masing-masing, bekerja sesuai tugasnya, sembari memantau proses penghitungan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

ADVERTISEMENT

(Sumber foto: kalteng.kemenag.go.id)

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Tiga Nama Calon Bupati Takalar Bersaing Dapatkan Rekomendasi PPP

Layar.news, Takalar - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Takalar bakal segera mengeluarkan surat rekomendasi dukungan calon bupati Takalar.Ketua DPC PPP...
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT