Selasa, Januari 26, 2021

Progres Tahap II Pembangunan Bendungan Karalloe Capai 80 Persen

Layar Tips

Hati-hati, Ini Dampak Buruk Minum Air Es

Sering minum air es atau minuman dingin salah satunya dapat membuat perut buncit loh!

Ini Tips Terhindar Kanker Prostat, Salah Satunya Bercinta

Kanker prostat menjadi salah satu masalah kesehatan yang mengancam pria. Gejalanya seperti rasa nyeri saat buang air kecil.

Ini Manfaat Kopi Bagi Kesehatan Tubuh, Juga Dampak Negatifnya

Layar.news - Mengonsumsi secangkir kopi di pagi hari sudah menjadi kebiasaan rutin sebagian orang.Minum kopi dipilih karena cita rasanya...

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Progres tahap II pembangunan Bendungan Karalloe sudah mencapai 80 persen lebih.

Bendungan Karalloe ini terletak di perbatasan Kabupaten Gowa-Jeneponto. Tepatnya di Desa Garing dan Desa Datara, Kecamatan Tompobulu, dan Desa Taring, Kelurahan Tonrorita, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa.

Bendungan yang berlokasi 137 km dari arah tenggara Kota Makassar itu telah didesain sejak tahun 1997 silam. Dengan ketinggian 85 meter.

Pembangunan Bendungan Karalloe ini dilakukan dua tahap, dengan sumber anggaran dari APBN. Tahap pertama dengan nilai Rp578 miliar dan tahap kedua senilai sekitar Rp689 miliar.

“Untuk paket satu, kontrak tahun 2013 dan selesai di tahun 2019. Untuk paket dua, pelaksanaan konstruksi 25 Mei 2018-9 Desember 2021. Saat ini progresnya sudah di atas 80 persen,” ungkap PPK BBWS JP, Arfandi, saat mendampingi Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, meninjau lokasi pembangunan Bendungan Karalloe tahap II, pada Sabtu (21/11/2020).

Baca Juga:

Adapun manfaat yang akan dirasakan dari bendungan ini, diantaranya irigasi 7.004 hektare, air baku kurang lebih 440 liter/detik, pembangkit listrik tenaga air kurang lebih 4,5 MW, pengendali banjir, konservasi sumber daya air, dan pengembangan pariwisata.

Sasaran dari bendungan ini yakni mampu meningkatkan cadangan air, peningkatan luas tanam dari empat ribu hektare menjadi 7.004 hektar, peningkatan intensitas tanam dari 150 persen menjadi 250 persen, dan peningkatan tarif hidup masyarakat.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, selain bermanfaat sebagai pengendali banjir dan mengairi lahan, juga bisa menjadi objek wisata, dengan menghadirkan spot pemandangan yang indah.

“Kita akan mengurai kekeringan lahan pertanian Jeneponto secara bertahap. Alhamdulillah bendungan ini adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) saat ini sudah di atas 80 persen progresnya. Masih in progress, Insya Allah tahun depan sudah selesai. Dengan kapasitas mengairi 7.004 hektare dan tenaga listrik 4,5 MW,” jelasnya.

“Sangat bagus desainnya. Menarik karena ada spot wisata, dengan desain yang modern dan rumah bangunan minimalis sekitarnya nan rapi,” lanjutnya.

Ia pun mengingatkan para pekerja untuk tetap menjaga kesehatan dalam bekerja. Khususnya memperhatikan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Layar Terkini

Pemprov Sulsel Teken MoU SPAM Regional Mamminasata

Pemprov Sulsel tandatangani kesepakatan terkait Sistem Penyediaan Air Minum di kawasan Maminasata.

Layar Populer

Layar Terkait